Pasutri WN Pakistan di Bogor Ternyata Dibunuh Pegawai, Polisi Ungkap Motifnya

Jakarta

Terungkap sosok yang membunuh pasangan suami istri (pasutri) asal Pakistan bernama Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47) yang ditemukan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Ternyata, pelakunya adalah pegawai sendiri.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan korban memiliki sebuah toko rempah-rempah. Pelaku merupakan pegawai di toko tersebut.

“Jadi saya terangkan, yang pertama, pelaku adalah karyawan dari korban. Ya, jadi si korban ini memiliki sebuah toko, toko di Pasar Cisarua, dan pelaku ini adalah karyawan dari korban yang bersangkutan,” kata Wikha, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wikha menjelaskan alasan pelaku membunuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku nekat melakukan aksi kejinya itu lantaran sakit hari sering dituduh mencuri oleh korban.

Pembunuh pasutri WN Pakistan (Rizky Adha Mahendra/detikcom)Foto: Pembunuh pasutri WN Pakistan (Rizky Adha Mahendra/detikcom)

“Terkait motif, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku, jadi si pelaku sakit hati terhadap kedua korban,” ucapnya.

“Jadi si pelaku sering dituduh mencuri, kemudian sering dimarahi dan itu menimbulkan sakit hati oleh pelaku sehingga berniat untuk melakukan pembunuhan,” sambung Wikha.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto (dok istimewa)Foto: Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto (dok istimewa)

Kronologi Penemuan Korban

Mayat pasutri WN Pakistan itu ditemukan pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB oleh polisi yang menerima informasi dari Satreskrim Polres Bogor terkait dua korban pencurian dengan kekerasan di wilayah Bogor.

Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan awalnya kerabat korban melaporkan adanya hal yang mencurigakan di rumah korban di daerah Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto (dok istimewa)Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto (dok istimewa)

“Lalu tim bergerak ke rumah itu dan memang diperoleh kondisi yang mencurigakan. Jadi di rumah itu bagian dalamnya berantakan dan terdapat sisa darah,” kata Anggi.

Anggi menyebut pihaknya langsung melakukan pengumpulan bahan keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan akhirnya mengarah pada terduga pelaku.

(rdh/isa)

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *