KAPAL induk Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum perayataan hari ulang tahun TNI, 5 Oktober mendatang. Hibah kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilakukan dengan mekanisme goverment to goverment antara Indonesia dengan Italia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal induk berusia 43 tahun ini akan difungsikan guna mendukung tugas TNI, khususnya TNI Angkatan Laut.
“Setelah resmi diterima dan beroperasi, kapal direncanakan akan difungsikan sebagai kapal markas dalam pelaksanaan operasi,” kata Rico kepada Tempo, Selasa, 3 Maret 2026.
Meski merupakan hibah, proses transfer kapal induk Giuseppe Garibaldi tak serta merta dapat segera dilakukan. Alasannya, kapal mesti menjalani tahapan kesiapan teknis berupa perbaikan dan modernisasi lebih dulu di Italia.
Kebutuhan anggaran untuk perbaikan dan modernisasi kapal yang diproduksi oleh galangan kapal Italia, Fincantieri ini disebut mencapai US$ 450 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun.
Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan, baik TNI Angkatan Laut maupun Kementerian Pertahanan belum pernah membahas soal hibah kapal induk ini dengan DPR.
Menurut Hasanuddin, dalam rapat kerja terakhir antara Komisi I DPR bersama Kementerian Pertahanan 19 Februari lalu, pembahasan hanya mencakup soal hibah kapal patroli baru dari Jepang.
“Belum ada pembicaraan kalau soal Garibaldi,” ujar politikus PDIP itu, Senin, 2 Maret 2026.
Sepengetahuan Hasanuddin, selama ini doktrin TNI Angkatan Laut tidak pernah merancang kebutuhan kapal induk. Sebab, orientasi pertahanan Indonesia lebih berfokus pada pengamanan wilayah perairan sendiri, bukan proyeksi kekuatan jauh ke samudera lepas.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat ini melanjutkan, dalam setiap hibah harus dipastikan tiga syarat utama sesuai dengan ketentuan perbendaharaan negara terpenuhi, yakni tidak mengikat, selaras dengan doktrin pertahanan, serta tidak membebani anggaran, khususnya dalam pemeliharaan.
Ia khawatir tiga syarat tersebut sulit terpenuhi lantaran akuisisi kapal induk ini di luar dari doktrin pertahanan TNI Angkatan Laut. “Pokoknya tiga itu harus dipenuhi dulu,” ujar Hasanuddin.
Adapun keinginan untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi ini sudah terlihat sejak Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan. Kala itu, Prabowo berkunjung ke Italia dalam rangka membahas modernisasi alutsista Indonesia pada penghujung 2022. Agenda ini berlanjut saat Kepala Staf TNI Angkatan Laut Jenderal Muhammad Ali meninjau langsung kapal induk.






