Petaka Adik di Jakut Getok Palu Kepala Kakak hingga Hilang Nyawa

Jakarta

Malang nasib pria berinisial MAR (21). Ia tewas di tangan adik kandungnya yang berinisial MAH (16).

Peristiwa berdarah ini terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (24/2/2026). Korban MAR tewas setelah digetok kepalanya dengan palu.

Belum diketahui motif pembunuhan tersebut. Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Tewas Digetok Palu

Remaja berinisial MAH di Kelapa Gading, Jakarta Utara harus berurusan dengan aparat kepolisian usai menggetok kepala kakak kandungnya sendiri, MAR (21) dengan palu. Polisi saat ini masih mendalami motif aksi keji pelaku.

“Kami masih melakukan penyidikan juga mendalami motif sebenarnya dari pelaku sampai bisa melakukan aksi keji terhadap kakak kandungnya berinisial MAR (22) tersebut,” kata Kasat PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini, dilansir Antara, Rabu (25/2).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (24/2) sore. Polisi tengah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

“Korban masih diautopsi, belum keluar hasilnya,” imbuhnya.

Dugaan Awal Motif Pembunuhan

Kompol Sri mengungkap dugaan awal soal motif pembunuhan. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, MAH disebut sudah menyimpan kekesalan dalam hatinya.

Dugaan awal polisi, kejadian ini dilatarbelakangi masalah keluarga. MAH diduga merasa iri terhadap korban karena sering mendapat perhatian orang tuanya.

“Ibunya usaha jualan di luar dan bapaknya tinggal terpisah dengan mereka,” tuturnya.

(mea/mea)

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *