Pemkot Semarang dan Warga Kolaborasi Bersihkan Sungai Jaten

INFO TEMPO – Aliran Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, kini tampak lebih bersih setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama berbagai elemen masyarakat menggelar aksi resik-resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Sabtu, 21 Februari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di TPS Pudak Payung ini melibatkan warga, Satgas Sungai, jajaran OPD, komunitas, hingga unsur pendidikan.

Tumpukan sampah yang sebelumnya menyangkut di badan sungai berhasil diangkat secara gotong royong. Dampaknya langsung dirasakan warga sekitar. Aliran air menjadi lebih lancar, potensi sumbatan di bawah jembatan berkurang, serta risiko luapan saat hujan deras dapat ditekan. Langkah ini menjadi upaya antisipatif di tengah musim penghujan, ketika sampah kerap memperparah genangan dan banjir.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa Sungai Jaten dipilih karena membutuhkan penanganan kolaboratif. “Kita memilih satu lokasi yang impossible jika dikerjakan warga sendiri. Maka kita gandeng berbagai elemen, termasuk tentara, peserta Proklim, sekolah Adiwiyata, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurut Agustina, laporan warga sebelumnya menunjukkan banyaknya sampah menumpuk di aliran sungai dan berisiko menghambat arus air saat curah hujan tinggi. “Sebagian banjir disebabkan oleh sampah. Ketika sampah menyangkut di bawah jembatan, aliran air terhambat dan bisa meluap. Membersihkan sungai ini adalah langkah antisipasi,” lanjutnya.

Selain pembersihan fisik, Pemkot Semarang juga membagikan kantung pilah sampah kepada warga sebagai stimulus perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga. Warga didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang, agar tidak kembali mencemari sungai.

Kegiatan ini melibatkan OPD di lingkungan Pemkot Semarang, camat dan lurah setempat, pengurus bank sampah, Saka Kalpataru, Satgas Bersih Lingkungan (Satgas Sungai), sekolah Adiwiyata, komunitas, serta warga Gedawang dan Pudak Payung. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian HPSN yang diperingati setiap 21 Februari sebagai momentum meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai), Pemkot Semarang terus mendorong partisipasi aktif masyarakat di bantaran sungai untuk menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan kerja bakti rutin diperkuat guna memastikan saluran air tetap bebas sampah. Pemkot menegaskan, pengendalian sampah dimulai dari rumah tangga—karena sungai yang bersih adalah hasil disiplin dan kolaborasi bersama.(*)

  • Related Posts

    Cak Imin Nilai Wacana 'War Tiket' Haji Tak Efektif: Yang Sudah Antre Kasihan

    Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menanggapi wacana mekanisme ‘war tiket’ atau sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang dalam pemberangkatan haji. Cak Imin…

    Siapa calon presiden Peru?

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Olahraga Video Fitur Ekonomi Hak Asasi Manusia Krisis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *