Prabowo Kucurkan Rp 72 Miliar untuk Sapi Meugang di Aceh

PRESIDEN Prabowo Subianto mengucurkan dana Rp 72,75 miliar untuk pembelian sapi meugang—tradisi Aceh menjelang Ramadan—bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Sehari sebelum memasuki bulan puasa, penduduk Serambi Mekkah itu biasanya menyembelih, memasak, dan menyantap daging bersama keluarga dan kerabat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menyitir keterangan Badan Komunikasi Pemerintah RI, sebanyak 1.455 sapi meugang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, pada Selasa, 10 Februari 2026.

“Di tengah masa pemulihan, bantuan ini menjadi wujud kepedulian Presiden agar masyarakat Aceh tetap dapat menjaga dan merayakan tradisi meugang dalam menyambut Ramadan,” demikian tulis Badan Komunikasi melalui akun Instagram @bakom.ri, Ahad, 15 Februari 2026.

Bantuan sapi meugang diberikan untuk 19 kabupaten/kota di Aceh, yakni Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue.

Dana Rp 72,5 miliar itu disalurkan masing-masing ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota di Aceh. Badan Komunikasi memastikan waktu penyaluran bantuan paling lambat satu hari sebelum Ramadan 1447 Hijriah.

Adapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyatakan Presiden telah mentransfer bantuan pembelian sapi tradisi meugang. “Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemprov Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi meugang dan dananya telah ditransfer,” kata Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di Banda Aceh, Rabu, 11 Februari 2026, sebagaimana dilansir Antara.

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dana melalui Sekretariat Presiden langsung ke 19 pemerintah kabupaten/kota. “Selanjutnya, penyaluran bantuan kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota,” kata Fadhlullah.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta bantuan pemerintah pusat menjamin ketersediaan dan stabilitas stok daging sapi untuk meugang. Mualem—sapaan akrab Muzakir Manaf—menyampaikan ini dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR, di Banda Aceh, pada Selasa, 30 Desember 2025.

“Sebentar lagi kita menjelang Ramadhan, Pak. Jadi, Aceh kalau tidak meugang, tidak makan daging, rasanya Ramadan tidak sah,” ucap Mualem.

Mualem menyebut harga daging sapi di Aceh merupakan yang termahal di seluruh Indonesia. Pada hari-hari normal, kata dia, harganya mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Adapun di tengah situasi bencana harga bisa melonjak lebih tinggi. Musababnya, banyak warga kehilangan ternak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam tiga provinsi Sumatera secara sekaligus pada penghujung November 2025 lalu.

  • Related Posts

    Legislator Gerindra Sapa Warga dalam Kegiatan Pengobatan Gratis di Ragunan

    Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menyapa warga dalam kegiatan pengobatan gratis dan Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerindra di Kawasan Ragunan.Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari…

    Ornamen Betawi Bakal Dipasang di Blok M hingga Pasar Baru

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap akan segera memulai pemasangan ornamen Betawi di sejumlah lokasi strategis di wilayah Jakarta. Lokasi itu di antaranya di Blok M, Pasar Baru,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *