Kemenkes Kumpulkan 17 Ribu Genom Manusia Per Februari 2026

Kementerian Kesehatan telah mengumpulkan 17 ribu data genetik manusia atau genom warga negara Indonesia hingga akhir 2025. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ribuan genom tersebut dikumpulkan melalui program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) yang telah dijalankan sejak 2022.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menuturkan ribuan informasi genetik ini dikumpulkan untuk proyek percepatan pengembangan sistem kesehatan. Dengan adanya bank data genom, pengobatan akan diarahkan pada pendekatan berbasis profil genetik individu yang lebih akurat dan efisien.

Menurut Budi, sistem ini akan menghindarkan pasien dari obat yang tak seharusnya dia konsumsi, sehingga pemeriksaan akan jauh lebih tepat sasaran dan hemat anggaran. 

“Pemeriksaan kesehatan kita akan menjadi jauh lebih akurat, lebih presisi, dan lebih personal. Otomatis, pengobatannya juga bisa lebih tepat sasaran dan efektif dalam menyembuhkan,” ujar Budi dari keterangan tertulis Kementerian Kesehatan pada Minggu, 15 Februari 2026. 

Saat ini terdapat 10 rumah sakit yang berfungsi sebagai pusat jejaring pengumpulan genom di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Otak Nasional Mahar Mardjono, Rumah Sakit Persahabatan, dan sejumlah rumah sakit vertikal lainnya. 

Saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan pada Rabu, 11 Februari 2026, Budi menuturkan pihaknya menargetkan bisa mengumpulkan 400 ribu genom hingga 2030. Karena itu, ke depan pengumpulan genom akan ditingkatkan hingga 100 ribu per tahun. “Targetnya di tahun 2030 itu bisa empat ratus ribu gitu,” kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi memahami bahwa pengumpulan genom dalam jumlah yang sangat besar memicu kekhawatiran masyarakat akan penyalahgunaan data. Namun menurut dia, pengumpulan genom oleh pemerintah justru bisa mengontrol penyebaran data genetik masyarakat yang saat ini tersebar di berbagai rumah sakit, baik di dalam maupun luar negeri. 

Budi memastikan data itu akan dikelola dengan sistem keamanan yang tinggi. Dengan regulasi yang sudah ada, dia meyakini pengelolaan data genom bakal terhindar dari kebocoran.

“Dengan ini justru kita akan kontrol. Kalau pertanyaannya sistem keamanannya gimana, ya ini udah sistem keamanan negara lah yang kita pakai,” tuturnya.

Program pengumpulan genom melalui BGSi pertama kali diluncurkan pada 14 Agustus 2022. Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Sehatnegriku.kemkes.go.id, riset genom yang dilakukan BGSi bertujuan untuk mengembangkan pengobatan penyakit kanker, penyakit menular, penyakit otak, neurodegeneratif, penyakit metabolik, gangguan genetik, dan penuaan. 

  • Related Posts

    Prabowo Rapat Bareng Rosan hingga Purbaya di Hambalang Minggu Malam

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Rapat tersebut digelar di kediaman Prabowo di Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor. “Presiden melangsungkan pertemuan bersama para Menteri…

    Prabowo Panggil Menteri Ekonomi ke Hambalang

    PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Ahad sore, 15 Februari 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *