Prabowo: Kita Harus Belajar dari Asing Tapi Jangan Naif

PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan dirinya tak bermaksud mengajak masyarakat Indonesia membenci asing. Menurut dia, Indonesia justru seharusnya belajar dari pihak-pihak asing.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo menyampaikan ini ketika berpidato di acara peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Polri sekaligus peresmian Gudang Ketahanan Pangan di Kepolisian Sektor Palmerah, Jakarta Barat.

Kepala Negara mengklaim proyek makan bergizi gratis atau MBG mencerminkan awal dari kebangkitan Indonesia. Dia meyakini MBG membawa Indonesia ke jalan yang tepat. “Ekonomi kita adalah ekonomi pendiri-pendiri bangsa kita. Ekonomi kita adalah ekonomi Undang-Undang Dasar 1945. Kita berada di jalan yang benar,” kata Prabowo di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Prabowo kemudian mengklaim Indonesia akan mencapai keberhasilannya. Selain itu, dia menyebut dirinya akan memberi kejutan sekaligus mengecewakan pihak-pihak yang menginginkan Indonesia tetap terpuruk.

Ketua Umum Partai Gerindra ini lantas mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki tujuan memengaruhi orang lain untuk memusuhi asing. “Saya tidak pernah mau ajak Saudara untuk benci orang asing, tidak boleh, atau takut atau curiga. Kita harus belajar dari kekuatan asing tapi kita jangan lugu, jangan naif. Tidak ada bangsa lain yang senang atau yang suka kalau kita maju,” tutur Prabowo.

Adapun pada kesempatan itu, Prabowo mengklaim sejumlah manfaat proyek MBG. Kata Prabowo, program prioritas pemerintahannya itu telah menghidupkan kembali petani-petani kecil. Ia menuturkan, para petani selalu khawatir jika hasil panen tidak terserap pasar.

“Mereka sekarang yakin punya penghasilan. Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli, sekarang dijamin produksinya diserap. Bahkan saya dapat laporan sekarang saingan, produksi sayur sekarang petani sayur enggak usah susah-susah, kadang-kadang di ladangnya sudah dibeli,” ucap Prabowo.

  • Related Posts

    PBNU Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

    Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan hari raya Idul Adha 1447 Hijriah sama dengan keputusan pemerintah yakni pada 27 Mei 2026. Pengumuman atau ikhbar tersebut disampaikan setelah pemerintah…

    Kapolri Pimpin Sertijab Pati Polri, Komjen Panca Putra Jabat Kalemdiklat

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi (pati) Polri. Salah satu yang dilantik ialah Komjen R Z Panca Putra…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *