PEMERINTAH melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam pelatihan komponen cadangan (komcad) sebagai upaya memperkuat pertahanan negara. Program pelatihan militer singkat ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan karakter kebangsaan. Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Brigadir Hengki Yuda Setiawan mengatakan ASN yang akan mengikuti pelatihan komponen cadangan ini akan mendapatkan uang saku Rp 1,8 juta.
Perwira tinggi tentara angkatan darat itu menuturkan nominal uang saku tersebut memang lebih kecil dibanding pelatihan komcad masyarakat non-ASN. Alasannya, pelatihan komcad ASN berlangsung lebih singkat dibanding pelatihan komcad pada umumnya yang dilaksanakan selama tiga bulan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Kalau ASN ini hanya 1,5 bulan saja sudah cukup, karena mereka jelas terbentuk dengan semangat merah putih. Sedangkan teman-teman reguler harus benar-benar dibina lebih lama,” kata Hengki saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pelibatan ASN menjadi komcad telah sesuai dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara dan regulasi turunannya, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021. Dia mengatakan kedua aturan itu mengamanatkan bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
Hengki memaparkan, 4.000 ASN yang akan dilatih mengikuti pelatihan militer singkat ini berasal dari 49 kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Beberapa di antaranya dari Kementerian Pertahanan 220 orang, Kementerian Dalam Negeri 135 orang, Kementerian Agama 130 orang, Kementerian Keuangan 700 pegawai, Kementerian Perindustrian 64 orang, Kementerian Sosial 760 pegawai, dan berbagai kementerian lainnya.
Selama pelatihan, Hengki menjelaskan, peserta akan menjalani kehidupan sebagaimana rutinitas yang biasa dijalani oleh prajurit, mulai dari bangun pagi, olahraga, dan pelatihan.
Ia mengatakan pada prinsipnya pelatihan komcad ASN dilakukan untuk menularkan kebiasaan dan nilai-nilai kedisiplinan yang selama ini dimiliki oleh tentara. “Jadi, kami hanya menularkan karakter kebangsaan yang kami miliki sebagai prajurit. Bukan membawa nuansa mereka menjadi militer,” katanya.
Program melatih ASN menjadi komponen cadangan ini sebelumnya mendapat kritik dari berbagai pihak. Ketua Centra Initiative, Al Araf berpandangan strategi pertahanan semacam ini keliru. Pemerintah semestinya menggunakan anggaran dan fasilitas pertahanan itu untuk mengoptimalkan pelatihan prajurit yang saat ini kemampuannya masih di bawah standar.
Lagi pula, menurut Al Araf, ASN sudah mendapatkan pelatihan bela negara saat menjalani retret ketika awal direkrut. “Jadi bukan ASN yang sudah ikut pelatihan dilatih lagi, karena itu akan membebani keuangan negara,” kata dia pada Kamis, 12 Februari 2026. “Saat ini situasi sulit ekonomi jangan bebankan dengan program yang tidak jelas tujuannya,” ujar dia.






