Gerakan Rakyat Deklarasi Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden, Ini Sikap PKS

Jakarta

Ketua Bappilu PKS, Mardani Ali Sera, menanggapi Gerakan Rakyat yang mendeklarasikan diri sebagai partai politik. Mardani menyebut setiap pihak punya otoritas untuk berkumpul dan berserikat.

“Pertama, monggo. Tiap orang punya hak berkumpul dan berserikat,” kata Mardani kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Mardani mengatakan Anies Baswedan tetap kawan dari partainya. Ia menyebut PKS akan menentukan dukungan pada waktunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kedua, Mas Anies tetap kawan. Kita serahkan pada Mas Anies. Ketiga, untuk pilpres, PKS tentu pada waktunya akan memutuskan,” kata Mardani.

Ia menyebut PKS bakal memprioritaskan kaderisasi dalam setiap langkah politik yang diambil. Mardani menyebut pembahasan soal calon presiden masih terlalu dini.

“Tapi sebagai parpol, kaderisasi tentu dijadikan landasan utama. Masih panjang waktunya,” ujarnya.

Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik setelah menggelar rakernas. Mereka ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Ketum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam live YouTube Gerakan Rakyat, Minggu (18/1/2026).

Sahrin menyebut perjuangan Gerakan Rakyat dari 2023 tentu memiliki harapan yang semakin tinggi. Dia menetapkan ormas ini akan menjadi sebuah parpol dengan nama Partai Gerakan Rakyat.

“Dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional, telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” katanya.

“Tentunya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan, kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia ini dan mungkin bisa dicek di seluruh negara barangkali, pendirian partai politik di Indonesia adalah penuh dengan syarat-syarat yang mungkin sangat-sangat berat di muka bumi ini,” tambahnya.

(dwr/wnv)

  • Related Posts

    Sekjem PBNU Mengunjungi Ponpes di Kediri, Matangkan Munas

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mematangkan persiapan musyawarah nasional (munas) alim ulama serta konferensi besar (konbes) yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri,…

    ⁠Terungkap Penyebab Kemunculan 'Pulau Sampah' di Pesisir Laut Jakarta

    Jakarta – Masalah kebersihan lagi-lagi menjadi tantangan lingkungan hidup di Jakarta setelah kemunculan ‘pulau sampah‘ di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Usut punya usut, tumpukan sampah sampai menyerupai pulai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *