HASIL sidang pleno rapat kerja nasional I perkumpulan Gerakan Rakyat memutuskan transformasi menjadi partai politik. Dalam rakernas itu pula, Partai Gerakan Rakyat menetapkan Ketua Umum DPP Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum partai meski juga menjabat Ketua Ormas Gerakan Rakyat.
Juru bicara Partai Gerakan Rakyat Angga Putra Fidrian mengklaim penetapan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum partai sekaligus Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat tak akan mempengaruhi kinerja.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Karena ini adalah aspirasi dari seluruh pengurus wilayah dan anggota, saya rasa tidak akan mempenaruhi,” kata Angga dalam konferensi pers di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 18 Januari 2026.
Kendati begitu, dia melanjutkan, Partai Gerakan Rakyat ke depan akan melakukan penyesuaian usai pembentukan struktural rampung dilakukan ketua umum terpilih.
“Penyesuaian pasti akan dilakukan dengan kondisi yang ada,” ujar Angga.
Sebelumnya, perkumpulan Gerakan Rakyat memutuskan bertransformasi menjadi partai politik. Keputusan itu disampaikan dalam sidang pleno rakernas hari terakhir di Hotel Arya Duta Menteng, Jakarta Pusat, Ahad.
Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Rakyat, Muhammad Ridwan mengatakan pengambilan keputusan sidang pleno rakernas I memutuskan dan menetapkan beberapa poin.
Pertama, Gerakan Rakyat meyakini tujuan utama dibentuknya NKRI adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui sistem demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berkeadaban.
Dia mengatakan, keyakinan tersebut diwujudkan dalam karakter Panca Dharma, yaitu religius, nasionalis kerakyatan, kersa kesatria, kasih sayang, serta integritas moral sebagai landasan perjuangan.
Ridwan melanjutkan, perkumpulan Gerakan Rakyat juga menyadari, bahwa terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat sepenuhnya memerlukan perjuangan yang terorganisir dan berkelanjutan di ranah politik.
“Dengan perlindungan Tuhan yang maha kuasa dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai dengan Partai Gerakan Rakyat,” kata Ridwan di Jakarta Pusat, Ahad, 18 Januari 2026.
Adapun, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan, bakal segera melakukan pembentukan struktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kami akan segera juga mengajukan status badan hukum bagi partai ini,” ujar Sahrin.





