TNI dan Warga Bangun Jembatan Darurat di Burlah, Aceh Tengah

PRAJURIT Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) membangun jembatan darurat di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Jumat, 16 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pembangunan jembatan darurat dilakukan sebagai respons atas terputusnya akses akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada November lalu. 

“Jembatan tersebut menjadi akses vital penghubung Desa Burlah dengan desa-desa sekitar guna mendukung mobilitas warga, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Donny Pramonotulis dalam siaran pers pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pengerjaan jembatan dilaksanakan warga dan personel Kodim 0106/Aceh Tengah, Yonif TP 854/DK, dan Yon Zipur 6/Satya Digdaya. Jembatan ini menjadi akses vital penghubung Desa Burlah dengan Desa Kekuyang, Buge Ara, dan Bintang Pepara. 

Dengan dukungan alat berat, prajurit TNI AD mempercepat pengerjaan konstruksi sekaligus membuka badan jalan darurat. Hingga Jumat, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan segera dapat difungsikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Aceh melaporkan sebanyak 24 desa di Kabupaten Aceh Tengah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor masih terisolasi hingga kini. Desa-desa tersebar di Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge. 

“Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa,” kata juru bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Burlah termasuk salah satu sembilan desa di Kecamatan Ketol yang masih terisolasi. Selain itu ada Desa Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang. Penduduk terdampak sembilan desa tersebut sebanyak 4.951 jiwa. Desa-desa itu terisolasi akibat jembatan yang putus serta longsor yang menutup badan jalan.

Desa-desa itu terisolasi akibat jembatan yang putus serta longsor yang menutup badan jalan. “Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua seperti Desa Serempah dan Bah, namun akses roda empat masih belum dapat melintas,” ujar Murthalamuddin.

Adi Warsidi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Oknum ASN Tebang Pohon di Kebayoran Lama Terancam Hukuman Disiplin

    Jakarta – Pohon di Jalan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) ditebang secara ilegal oleh oknum aparatur sipil negara (ASN). Pihak Bina Marga Jakarta memproses oknum tersebut. “Sedang kita…

    Nestapa Warga Pandeglang Sepekan Kebanjiran, Rumah Ambruk-Konsumsi Air Hujan

    Pandeglang – Sebanyak 422 rumah warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang Banten terendam air selama satu pekan lamanya. Ada tujuh rumah dilaporkan mengalami kerusakan. “Rumah yang ancur ada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *