Daftar 7 KA Tertahan dan 4 KA Memutar Imbas Banjir di Jalur Pekalongan-Sragi

Jakarta

Jalur hulu dan hilir di petak jalan Stasiun Pekalongan – Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7, terendam banjir sejak pukul 03.20 WIB. Akibatnya, sejumlah kereta api (KA) terhambat dan belum dapat melanjutkan perjalanan.

Dilansir detikJateng, Sabtu (17/1/2026), Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan ketinggian air di kedua jalur telah mencapai sekitar 10 cm, sehingga pihaknya menutup jalur. Luqman mengatakan per pukul 04.15 WIB, tercatat ada tujuh KA yang terganggu perjalanannya.

“Untuk keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup dan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta api. Sehingga perjalanan KA khususnya yang melewati jalur dari Pekalongan menuju Jakarta maupun sebaliknya sementara terganggu,” kata Luqman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar 7 KA yang tertahan

1. KA Jayabaya
2. KA Harina
3. KA Argo Anjasmoro
4. KA Tawangjaya premium
5. KA Plambangan
6. KA Kertajaya
7. KA Dharmawangsa

Sementara itu, ada pula perjalanan kereta api yang harus dialihkan atau memutar. Empat perjalanan KA yang diputar melalui jalur selatan per pukul 05.30 WIB, di antaranya:

1. KA 30F (Anjasmoro) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solobalapan – Gundih – Gambringan
2. KA 92 (Jayabaya) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solobalapan – Gundih – Gambringan
3. KA 96 (Harina) memutar via Tegal – Prupuk – Kroya – Solobalapan – Gundih – Gambringan
4. KA 197 (Kamandaka) memutar via Semarang Tawang – Brumbung – Gundih – Solobalapan – Kroya – Cilacap.

Baca selengkapnya di sini.

(amw/idh)

  • Related Posts

    TPNPB-OPM Klaim Tembak Pesawat Hercules di Yahukimo

    TPNPB-OPM melarang adanya pesawat melintas di Yahukimo yang menjadi salah satu wilayah konflik Papua. 17 Januari 2026 | 11.11 WIB Perbesar Anggota Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah…

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Asas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *