Dompet Dhuafa Catat Telah Menyerap 41 Juta Penerima Manfaat hingga 2025

INFO TEMPO – Dompet Dhuafa terus berkomitmen dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah dan budaya yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, jumlah penduduk miskin tercatat 23,85 juta orang atau 8.47 persen pada Maret 2025. Angka ini menurun sebesar 0,56 persen atau 1,1 juta juta orang jika dibandingkan dengan Maret 2024 yang tercatat 25,22 juta.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari total masyarakat miskin sebanyak 23,85 juta orang tersebut, 2,82 juta di antaranya atau sekitar 12 persen merupakan penerima manfaat dari Dompet Dhuafa. Sementara penduduk non penerima manfaat Dompet Dhuafa sebanyak 21,03 jiwa (88 persen).

Dompet Duafa terus mempertegas target filantropi Indonesia lewat agenda Indonesia Humanitarian Summit 2025 & Philanthropy Report pada kamis, 15 januari 2026. lembaga kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat ini hadir memberikan solusi berkelanjutan melalio program pemberdayaan. Tujuannya, agar dhuafa dapat keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Total Penyaluran Dompet Dhuafa mencapai Rp 422.942.586.574, dengan total penghimpunan mencapai Rp426.519.076.822 pada 2025. Dengan tingkat serapan penyaluran tahun 2025 mencapai 103 persen, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa dinilai sangat efektif berdasarkan indikator Allocation to Collection Ratio (ACR) dalam Zakat Core Principle.

Hingga tahun 2025 total penerima manfaat mencapai 3.632.925 layanan dan 2.828.823 Jiwa. Sementara penerima manfaat Dompet Dhuafa sejak 1993 hingga 2025 tercatat mencapai 41.846.341 jiwa.

Ragam inovasi program terus tercipta, Dompet Dhuafa melalui Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) merupakan inisiatif strategis Dompet Dhuafa yang menghadirkan model agroindustri komunal berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini lahir untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian di pedesaan, seperti rendahnya nilai tambah komoditas, akses pasar yang terbatas, ketergantungan pada penjualan buah segar yang mudah rusak, serta minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.

Sementara itu di sektor kesehatan, terdapat Pos Gizi, merupakan inovasi intervensi gizi untuk mencegah stunting melalui pendekatan perubahan perilaku. Program ini menyediakan makanan bergizi bagi anak, melakukan pemantauan rutin seperti penimbangan, serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pengolahan makanan sehat berbasis bahan pangan lokal. Sebaran wilayah program Pos Gizi terdapat di 95 Titik Pos Gizi LKC berada di 10 Provinsi di Indonesia.

Tidak hanya berinovasi pada program layanan maupun sosial, Dompet Dhuafa juga bergerak dalam program Internasional maupun nasional, seperti Palestina, ragam program kemanusiaan juga digulirkan seperti mobile clinic, DD Kitchen, gudang bahan pokok hingga pengiriman bantuan hingga relawan. Di ranah nasional, Dompet Dhuafa merespon cepat bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh dengan menerjunkan relawan, menggulirkan ragam program seperti rumtara, sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan, sumur, dapur umum hingga droping air bersih. (*)

  • Related Posts

    Warga Harap Dishub-Satpol PP Tertibkan Lalin dan Pak Ogah di Tol Rawa Buaya

    Jakarta – Warga berharap Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP turun langsung untuk menertibkan lalu lintas serta keberadaan pak ogah di pintu keluar Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat. Sebab aktivitas…

    2 Tiang Monorel di Rasuna Said Sudah Dibongkar, Begini Kondisinya

    Jakarta – Sebanyak dua tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, telah dibongkar. Begini penampakan dua tiang monorel tersebut. Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (16/1/2026), pukul 12.00 WIB,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *