Aksi Kamisan Telah 19 Tahun Berlangsung di Depan Istana

AKSI Kamisan telah berlangsung selama 19 tahun. Demonstrasi yang digelar setiap pekan di depan Istana Kepresidenan Jakarta itu akan genap berjalan 19 tahun pada 18 Januari 2026 mendatang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pada Kamis, 15 Januari 2026, ratusan orang mengikuti Aksi Kamisan menjelang peringatan 19 tahun tersebut. Seperti pada pekan-pekan sebelumnya, mereka menuntut negara menuntaskan kasus-kasus pelanggaran berat hak asasi manusia atau HAM di Indonesia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, salah satu demonstran yang kerap mengikuti Aksi Kamisan saban pekan, mengatakan Kamisan yang telah berjalan bertahun-tahun akan terus berlangsung.

“Kamisan adalah sebuah gerakan yang berjalan hampir dua dekade dan kita tidak akan pernah berhenti sampai di sini,” kata Usman saat berorasi di lokasi Aksi Kamisan, Kamis, 15 Januari 2026 seperti disiarkan akun media sosial YouTube Jakartanicus.

Usman meminta para demonstran lainnya untuk membulatkan tekad dalam melanjutkan perjuangan menuntut keadilan. “Kita akan terus melangkah dan kita akan terus berjuang menuntut keadilan,” ucapnya.

Menurut Usman, masih banyak kasus-kasus pelanggaran berat HAM yang belum selesai di Indonesia. Di antaranya, kata dia, pembantaian dan persekusi kaum komunis dalam Tragedi 1965 hingga penculikan dan pembunuhan oleh aparat negara semasa Reformasi 1998.

Usman menyoroti berbagai ketidakadilan yang juga terjadi di bawah rezim Presiden Prabowo Subianton hari ini. Berbagai masalah, kata dia, masih terjadi seperti munculnya tahanan-tahanan politik yang dijadikan kambing hitam demonstrasi berujung kericuhan pada Agustus 2025 lalu.

Selain itu, Usman menyebut penyangkalan pelanggaran HAM masa lalu oleh sejumlah anggota kabinet Prabowo juga menjadi masalah. Usman secara khusus mengkritik Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menganggap tidak ada pelanggaran HAM berat atau pemerkosaan massal pada 1998.

Usman turut mengkritik pemberian gelar pahlawan untuk mantan presiden Soeharto. Dia mengatakan Soeharto, mantan mertua Prabowo, adalah diktator yang tidak pantas dianggap sebagai pahlawan.

Maka dari itu, Usman berujar selama masih ada ketidakadilan di Indonesia, Aksi Kamisan akan terus berlangsung. “Kita tidak akan pernah berhenti untuk melawan ketidakadilan,” ucap Usman.

Aksi Kamisan berlangsung setiap hari Kamis di depan Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Aksi ini merupakan gerakan masyarakat menuntut pemerintah untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan. Aksi ini diselenggarakan secara rutin seja 18 Januari 2007.

  • Related Posts

    2 Pria Masturbasi di Bus TransJ Jalani Pemeriksaan Usai Ditangkap

    Jakarta – Sebuah video memuat penumpang diduga melakukan masturbasi di dalam Transjakarta rute 1A hingga berujung viral di media sosial. Dua terduga pelaku masturbasi kini diamankan polisi. “Benar, ditangani oleh…

    Dorong Pendapatan Baru, Khofifah Minta Manfaatkan Aset-Berdayakan Warga

    Jakarta – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendorong penerapan creative financing dan perubahan mindset birokrasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Jawa Timur. Khofifah bersama Wakil Gubernur Jawa Timur,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *