Aktivis HAM Papua Ungkap Penyebab Gibran Batal ke Yahukimo

DIREKTUR Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem mengatakan batalnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Yahukimo menunjukkan Papua tidak aman. Dia menduga pembatalan kunjungan karena Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menembak pesawat hercules.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“TPNPB melakukan penembakan terhadap pesawat Hercules. Sehingga Gibran kembali ke Jakarta dengan alasan, karena ada perintah balik,” kata dia dalam keterangan resmi pada Kamis, 15 Januari 2026.

Aktivis HAM ini mengatakan intelijen pemerintah Indonesia tidak profesional. Intelijen seharusnya mengetahui bahwa Yahukimo daerah rawan konflik antara TPNPB dan pemerintah Indonesia. 

Theo pun mengkritik agenda perjalanan kunjungan kenegaraan yang dilakukan Gibran. Menurut dia, kunjungan itu tidak untuk menyelesaikan konflik bersenjata di Papua. Dia meyakini kunjungan itu hanya untuk kepentingan infrastruktur. 

Bagi dia, pembangunan infrastruktur akan gagal menyejahterakan masyarakat Papua bila masih ada konflik. Dia melihat kunjungan ini sekedar seremonial. 

“Karena ada pengalaman pengusaha dan pekerja dibunuh dan dieksekusi oleh TPNPB. Saya percaya bahwa pengalaman-pengalaman ini tidak pernah dievaluasi oleh pemerintah pusat hingga sampai ke daerah,” kata dia. 

Gibran Rakabuming Raka membatalkan kunjungan ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu, 14 Januari 2026. Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengatakan pembatalan itu karena pertimbangan masalah keamanan. 

“Berdasarkan pertimbangan keamanan menyarankan kepada Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” ujar Mayjen TNI Amrin Ibrahim. Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, Papua, Rabu, 14 Januari 2026 dikutip keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden. 

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi intelijen, terdeteksi adanya aktivitas kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Kunjungan Gibran ke Yahukimo seharusnya menjadi rangkaian agenda di Tanah Papua, setelah mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 dan Pasar Ikan di Biak Numfor pada Selasa, 13 Januari 2026.

Sekretariat Wapres dalam keterangan resminya menyatakan kunjungan kerja di Papua merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua.

  • Related Posts

    Pertemuan Prabowo dengan Guru Besar Berlangsung Tertutup

    PRESIDEN Prabowo Subianto mengumpulkan para guru besar, rektor, hingga dekan dari berbagai perguruan tinggi pada Kamis, 15 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta ini berlangsung tertutup. Scroll…

    Kemenimipas Panen Raya Serentak: Sektor Pertanian 99.930 Kg-Perikanan 19.608 Kg

    Jakarta – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia, yang terpusat di Lapas Kelas I Cirebon. Hasil panen keseluruhan meliputi sektor pertanian, perkebunan,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *