KETUA Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai intervensi Amerika Serikat di Venezuela merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. Megawati menganggap tindakan Amerika Serikat sebagai wujud neokolonialisme dan imperialisme modern.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pernyataan Megawati disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. Megawati menyampaikan itu dalam pidatonya saat rapat kerja nasional (rakernas) PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 10 Januari 2026.
“Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern yang mengingkark piagam PBB dan prinsip dasar hubungan antarbangsa,” kata Hasto di Ancol pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Megawati, kata Hasto, mengingatkan Indonesia yang pernah menjadi pelopor gerakan dekonolialisasi melalui Konferensi Asia dan Afrika di Bandung pada 1956. Konferensi itu menegaskan kerja sama semua bangsa dengan menghormati kedaulatan dan kemerdekaan setiap bangsa.
“Nilai itu tidak boleh dilanggar oleh siapa pun karena itu ada dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945,” kata dia.
Adapun Amerika Serikat melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026. Mereka menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, kemudian menahan mereka di New York.






