BGN Ungkap SPPG Dekat Peternakan Babi di Sragen Belum Diberi Izin Bangun Dapur

Jakarta

Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menanggapi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Kedungbanteng, Banaran, Sragen yang bersebelahan dengan peternakan babi. Nanik mengatakan SPPG itu harus berpindah atau pencabutan izin.

“Langkah tegasnya, pindah tempat atau sama sekali nggak kita kasih izin. Masak ngusir orang yang sudah duluan usaha. Nggak bener dong,” kata Nanik kepada wartawan, Jumat (9/1/2025).

Nanik mengatakan BGN belum memberikan izin terhadap SPPG tersebut lantaran masih berada di tahap persiapan. Ia menyebut sebelum dijadikan SPPG, lokasi yang kini menjadi polemik itu adalah bekas minimarket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dibangun saja dapurnya belum, itu bekas Indomaret diajukan jadi dapur. Peternakan babi itu ada terlebih dahulu. SPPG itu belum diberikan izin, di website baru tingkat persiapan,” ungkapnya.

Nanik lantas mengingatkan calon mitra pengelolaan makan bergizi gratis (MBG) untuk memperhatikan beberapa ketentuan. Salah satunya terkait lokasi yang tak boleh berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau kandang binatang.

“Saya minta kepada calon mitra, tolong kalau membangun dapur MBG atau SPPG perhatikan lokasinya, tidak boleh di dekat pembungan sampah, tidak boleh dekat kandang binatang (ayam, sapi,kambing apalagi kandang babi),” ujar Nanik.

Nanik menyebut aktivitas SPPG juga tak boleh mengganggu warga sekitar. Ia meminta calon mitra MBG memperhatikan tempat pembuangan limbah dan air.

“⁠Tidak boleh di kawasan padat penduduk di mana aktivitas dapur di malam hari bisa mengganggu warga, harus dapat izin dari tetangga dan masyarakat setempat, harus memperhatikan untuk pembuangan limbah dan air,” katanya.

SPPG Bakal Direlokasi

Badan Gizi Nasional (BGN) memediasi pemilik peternakan babi dengan pihak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Dukuh Kedungbanteng, Banaran, Sambungmacan, Sragen. Hasilnya, SPPG yang bersebelahan dengan peternakan babi itu akan dipindahkan.

“Hasilnya, dengan situasi ini, kita tidak perlu menilai jelek atau buruknya hal lain. SPPG harus relokasi di Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Cari titik lain yang masih di wilayah Sambungmacan,” kata Ketua Satgas MBG Pemkab Sragen, Suroto, dilansir detikJateng, Kamis (8/1/2026).

Suroto mengatakan pemindahan itu sudah sesuai dengan kesepakatan bersama. Ke depannya, kata dia, diharapkan keberadaan SPPG tidak mematikan usaha masyarakat sekitar.

“Sesuai kebijakan dan arahan Bapak Presiden, keberadaan SPPG ini jangan sampai mematikan usaha satu sama lain. Justru harus bisa mengembangkan pemberdayaan apa saja, terlebih di sektor perekonomian,” ujarnya.

(dwr/eva)

  • Related Posts

    Catatan JPPI soal Prabowo Ingin Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah

    Jakarta – Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Ubaid Matraji menanggapi instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah. Ubaid mengungkit tingkat literasi dasar anak-anak Indonesia yang…

    Bahasa Prancis Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Penjelasan Kemendikdasmen

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto ingin Bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Waka Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai perlu adanya pemetaan sebaran guru Bahasa Prancis di Indonesia. “Terkait…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *