PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Setidaknya empat pejabat dari Kabinet Merah Putih menyambangi Prabowo di Istana pada Senin sore, 5 Januari 2025.
Para menteri yang mengikuti rapat itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Rapat yang digelar secara tertutup itu masih berlangsung hingga berita ini ditulis. Para menteri yang datang tidak mengungkapkan alasan Prabowo memanggil mereka ke Istana.
Menteri Keuangan Purbaya mengatakan dirinya tidak diminta memberi laporan khusus untuk Prabowo saat diundang rapat kali ini. “Saya diundang, saya mau dengar (materi rapat),” kata Purbaya saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta.
Purbaya berujar akan mengungkapkan hasil rapat setelah pertemuan itu rampung. “Nanti mungkin habis rapat ya,” kata menteri pengganti Sri Mulyani Indrawati ini.
Menteri-menteri lain yang hadir juga tidak mengungkapkan materi rapat. Baik Airlangga, Bahlil, maupun Rosan belum menyampaikan alasan Prabowo memanggil mereka kepada wartawan.
Rapat terbatas hari ini merupakan yang pertama di Istana Kepresidenan pada 2026. Rapat terbatas sebelumnya, yang berlangsung pada 1 Januari 2026, digelar Prabowo bersama sejumlah anggota kabinet di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh untuk membahas penanganan bencana di Sumatera.
Rapat pada Senin sore ini berlangsung di tengah isu serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Serangan yang melibatkan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS itu berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026 atau dua hari sebelum Prabowo mengumpulkan para menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan.
Meski belum mengungkapkan materi rapat, para menteri yang hadir sempat membicarakan isu serangan terhadap Venezuela, yang merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, kepada wartawan. “(Isu) itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga.
Airlangga menyebut hingga saat ini dampak serangan AS ke Venezuela belum terlihat mempengaruhi harga minyak di Indonesia. Dia berujar harga minyak dalam satu hingga dua hari terakhir masih relatif stabil.
Meski begitu, Airlangga mengatakan serangan AS ke Venezuela akan membawa sejumlah perubahan terhadap perjanjian kerja sama antara pihak-pihak di Indonesia dan negara Amerika Selatan itu. “Tentunya ada perubahan, dengan perubahan yang terjadi kemarin itu karena pemerintahannya kan berganti,” ucap Airlangga.






