Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal 1.157 Orang

JUMLAH korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berada pada angka 1.157 jiwa hingga Sabtu, 3 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Berdasarkan data geospasial Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal di angka 1.157 orang atau bertambah tiga orang dari tiga hari lalu dari 52 kabupaten/kota terdampak. Sementara jumlah korban hilang mencapai 165 jiwa.

Korban meninggal terbanyak berasal dari Provinsi Aceh dengan 530 jiwa. Aceh Utara menjadi kabupaten penyumbang korban jiwa terbanyak dengan 216 ribu korban jiwa.

Kemudian Sumatera Utara tercatat memiliki 365 korban jiwa dan Sumatera Barat dengan korban 262 jiwa. 

Adapun total korban mengungsi sebanyak 381 ribu lebih orang. Pengungsi terbanyak didominasi warga Aceh dengan 356,7 ribu pengungsi di 18 kabupaten/kota terdampak. Aceh Utara menjadi kabupaten dengan pengungsi terbanyak, yakni 166,9 ribu pengungsi. 

Hingga 3 Januari 2026, BNPB mencatat 178.478 rumah rusak. Rincian rumah rusak yakni 52.303 rusak berat, 43.933 rusak sedang, 82.243 rusak ringan. 

Lebih lanjut, BNPB juga mencatat kerusakan gedung dan berbagai fasilitas umum. Per 3 Januari 2026, sebanyak 215 fasilitas kesehatan rusak, 3.188 fasilitas pendidikan rusak, 803 rumah ibadah rusak, 34 jembatan terputus, dan 81 jalan terputus. 

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan tidak ada penambahan korban jiwa di lokasi bencana Sumatera pada 2 Januari 2026. Upaya pencarian yang berlangsung belum menemukan korban meninggal baru.

BNPB menyatakan tim pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) gabungan akan melanjutkan operasi pencarian. Tim akan melanjutkan pencarian dengan fokus di titik-titik yang telah mereka identifikasi sebagai lokasi potensial jenazah korban.

Muhari menyebut tim SAR gabungan juga tidak menemukan korban hilang hingga kemarin. Jumlah orang yang belum ditemukan hingga 2 Januari masih berjumlah 165 orang.

Sementara itu, jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak menurun. “Jumlah warga yang mengungsi ini menurun sedikit 73 jiwa. Sehingga total per hari ini (2 Januari 2026) 380.287 jiwa,” kata Muhari dalam konferensi pers daring, Jumat, 2 Januari 2026.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini

  • Related Posts

    Negara-negara di Amerika Latin Beda Sikap soal Serangan AS ke Venezuela

    Jakarta – Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer di Caracas. Dilansir Reuters, Minggu (4/1/2026), serangan AS dan penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama…

    AS Tangkap Presiden Venezuela, RI Serukan Dialog-Patuhi Hukum Internasional

    Jakarta – Pemerintah Indonesia buka suara usai pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan mematuhi hukum internasional.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *