BADAN Gizi Nasional (BGN) memastikan kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai menyasar lebih dari 55 juta penerima manfaat pada pekan depan. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan kesiapan dapur produksi hingga distribusi layanan gizi tahun ini bakal jauh lebih baik.
“Mayoritas satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG telah memiliki pengalaman dan para pihak yang terlibat juga memiliki kapasitas yang terus membaik. Tahun ini pelayanan akan lebih optimal. Pengawasan juga semakin intens. Kualitas akan jauh lebih baik,” kata Dadan melalui pesan singkat kepada Tempo, Sabtu, 3 Januari 2026.
BGN dijadwalkan mengoperasikan 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai 8 Januari 2026. Dengan jumlah tersebut, pemerintah menargetkan pelayanan terhadap sekitar 55,1 juta penerima manfaat di pelbagai wilayah Indonesia sejak hari pertama pelaksanaan tahun ini.
Cakupan tersebut dianggap meningkat tajam dibandingkan tahap awal pelaksanaan MBG pada Januari 2025. Saat itu, program baru dijalankan di 190 SPPG dengan jumlah penerima sekitar 570 ribu orang. Dadan menganggap, fase awal itu sengaja difokuskan untuk membangun sistem, memastikan kesiapan operasional.
Dadan mengklaim kesiapan tersebut memungkinkan MBG memasuki 2026 dengan cakupan penerima manfaat yang besar sejak awal pelaksanaan. Selain memperluas jangkauan, BGN juga mengklaim meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan pengawasan dan standar operasional dapur MBG.
BGN, kata dia, tidak hanya menitikberatkan pada intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan mutu layanan SPPG dan penguatan edukasi gizi kepada masyarakat. Langkah ini diarahkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memilih makanan sehat dan bergizi.
Menurut Dadan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun pola konsumsi sehat sejak dini, sejalan dengan target perluasan penerima manfaat MBG hingga 82,9 juta orang pada tahap berikutnya.






