Warga di Pidie Jaya Dapat Dana Tunggu Hunian Rp 1,8 Juta

PEMERINTAH memberikan dana tunggu hunian untuk sejumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Bantuan itu diberikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk warga dengan rumah rusak berat akibat banjir.

BNPB memberikan dana Rp 600 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga yang menunggu pembangunan hunian tetap. Uang itu diberikan di muka untuk periode tiga bulan. “Total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp 1,8 juta,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis pada Jumat, 2 Januari 2025.

Menurut Muhari, ada 27 kepala keluarga dari Desa Blang Awe, Pidie Jaya yang telah menerima bantuan itu. Para penerima tersebut adalah warga yang saat ini memilih tinggal sementara bersama kerabat atau menyewa rumah kontrakan sambil menunggu hunian tetap selesai.

Muhari berharap bantuan itu bisa meringankan beban warga terdampa selama transisi dari masa tanggap darurat hingga pemulihan selesai. Dia berujar pemerintah ingin memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Selain pemberian bantuan dana tunggu hunian, BNPB juga mengklaim perbaikan jalan dan jembatan di Aceh terus dikerjakan sehingga pemulihan pascabencana dapat segera terwujud. Abdul Muhari mengatakan target penyelesaian kerusakan tercapai pada jalan nasional hingga Kamis, 1 Januari 2026.

BNPB selaku Koordinator Pos Pendamping Nasional merilis target Kementerian Pekerjaan Umum tercapai yang ditargetkan pada 30 Desember 2025. Muhari menyebutkan ada sebanyak 13 titik ruas jalan nasional fungsional.

Sementara ada dua ruas jalan nasional fungsional melalui jalur alternatif, di antaranya akses jalan yang menghubungkan Bireuen-Bener Meriah dengan Bener Meriah-Aceh Tengah. Menurut Muhari, akses ini dapat dilalui melalui jalur alternatif di Jembatan Weihni Enang-Enang dan Jembatan Jamu Ujung. 

“Selanjutnya ruas jalan Genting Gerbang–Simpang Uning yang masih terhambat, namun warga dapat menggunakan jalur alternatif di Jembatan Titi Merah,” ucap Muhari.

Irsyan Hasyim berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Dugaan Greenpeace Soal Teror Bangkai Ayam ke Iqbal Damanik

  • Related Posts

    Kondisi 3 Jasad Sekeluarga di Jakut Saat Ditemukan: Mulut Berbusa

    Jakarta – Tiga orang sekeluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diduga tewas karena keracunan. Polisi menyebut ketiganya tewas dengan kondisi mulut berbusa. “Dari pemeriksaan awal, dari kasatmata, keluar busa…

    Terdakwa Ariyanto Akui Suap Hakim untuk Vonis Lepas Perkara Migor

    Jakarta – Terdakwa Ariyanto Bakri mengakui memberikan suap kepada majelis hakim terkait pengurusan vonis lepas perkara minyak goreng (migor). Ariyanto mengaku berkata jujur. Hal itu disampaikan Ariyanto saat bertanya kepada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *