Prabowo Bentuk Satgas Kuala untuk Mengeruk Sungai

PEMERINTAH membentuk Satuan Tugas atau Satgas Kuala untuk mengatasi pendangkalan sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatera. Usulan itu telah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Satgas itu akan bertugas mempercepat pengerukan kuala dan sungai yang mendangkal akibat lumpur banjir. Usul pembentukan Satgas Kuala disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sjafrie menyebut telah mengkoordinasikan rencana itu dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Kami membentuk Satgas Kuala,” kata Sjafrie dalam rapat penanganan bencana bersama Presiden Prabowo di Aceh pada Kamis, 1 Januari 2025 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Sjafrie, Satgas Kuala terdiri dari dua komponen. Pertama, Satgas terdiri dari petugas untuk pendalaman atau pengerukan kuala. Kedua, Satgas juga memiliki tugas untuk pemanfaatan air yang ada di kawasan kuala.

Sfajrie berujar kapal-kapal yang dikerahkan Satgas Kuala nantinya tidak hanya untuk pengerukan sedimen. “Kapal tersebut akan dipasang water treatment system, sehingga air yang ada di kuala bisa diambil, diolah, dan dimanfaatkan sebagai air jernih,” tuturnya.

Sjafrie berujar Satgas Kuala dibentuk pada Kamis, 1 Januari 2026. Dia menargetkan Satgas ini akan mulai beroperasi dalam waktu dua pekan. Prabowo menyatakan setuju dengan pembentukan Satgas Kuala. Pemerintah menilai pendangkalan muara sungai adalah salah satu faktor yang memperparah banjir karena menghambat aliran air ke laut.

Maka dari itu, Prabowo berujar kuala-kuala tersebut akan dinormalisasi. “Kita bongkar itu ya. Sudah berapa saat yang lalu sudah sampaikan, saya sudah setuju,” ucap Prabowo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera menjadi 1.154 orang hingga Rabu sore, 31 Desember 2025.

Paling banyak korban meninggal berada di Aceh, yaitu sebanyak 527 orang. Sementara korban meninggal di Sumatera Utara sebanyak 365 orang dan di Sumatera Barat 262 orang.

BNPB juga melaporkan korban hilang bertambah 2 orang di Sumatera Barat. Dengan begitu, total warga yang dinyatakan hilang hingga saat ini menjadi 165 orang. “Korban hilang ada 31 orang di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 74 di Sumatera Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatera, Rabu, 31 Desember 2025.

Pilihan Editor: Pemicu Sentimen Negatif Penanganan Banjir Sumatera

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Pendiri Cockroach Janta Party mengatakan pemerintah India menghapus situsnya

    Pencipta grup tersebut mengatakan halaman Instagram miliknya juga langsung, begitu pula dengan akun gerakan tersebut. Pendiri gerakan politik satir online itu diejek Partai yang berkuasa di India menuduh pemerintah menutup…

    Warga Haiti yang 'gila' sepak bola merasa dikucilkan dari Piala Dunia pertama sejak 1974

    Boston, Amerika Serikat – Warga Haiti tampil pertama tim nasional mereka di Piala Dunia sejak 1974, tapi harga tiket yang mahal dan transportasi, ditambah larangan perjalanan, menghalangi banyak orang untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *