PLN Kerja Keras, Listrik Kembali Mengalir di 176 Desa Aceh

Pascabencana Sumatra, PLN terus bekerja memulihkan kelistrikan Aceh. Kini sudah 176 desa telah kembali menyala meski proses perbaikan menghadapi medan berat dan keterbatasan akses.

2 Januari 2026 | 16.46 WIB

Proses perbaikan tiang listrik yang terdampak longsor di Desa Uring, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Desember 2025. Dok. PLN

Perbesar

Proses perbaikan tiang listrik yang terdampak longsor di Desa Uring, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Desember 2025. Dok. PLN

INFO TEMPO – PT PLN (Persero) terus bekerja memulihkan jaringan distribusi listrik di Aceh pascabencana. Saat ini, percepatan perbaikan berlangsung di 176 desa yang belum menyala dari total 6.500 desa di Provinsi Aceh. Medan sulit dan akses jalan yang terputus menjadi tantangan utama untuk mobilisasi material dan personel menuju lokasi-lokasi terdampak.

PLN memastikan upaya pemulihan tetap berjalan secara bertahap pada desa-desa yang terisolir, meliputi 68 desa di Aceh Tengah, 40 desa di Gayo Lues, 38 desa di Bener Meriah, 20 desa di Aceh Timur, 6 desa di Aceh Tamiang, 2 desa di Bireuen, 1 desa di Aceh Utara dan 1 desa di Aceh Barat.

“Kami memahami kondisi di lapangan sangat menantang, namun komitmen kami tetap sama, Tidak ada warga yang tertinggal dalam gelap gulita. Petugas PLN siap menerjang akses sekecil apapun untuk melakukan percepatan perbaikan agar listrik kembali menyala dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Upaya pemulihan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat, guna memastikan akses ke lokasi dapat dilalui dan proses mobilisasi material berjalan lebih optimal.

“PLN berkomitmen menjalankan arahan pemerintah untuk memastikan pemulihan kelistrikan di Aceh berjalan optimal. Seluruh tim kami bergerak dengan semangat kebersamaan, berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan dapat dilakukan dengan aman dan tepat sasaran,” Darmawan menegaskan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra menjelaskan jajarannya telah memetakan titik-titik krusial yang menjadi prioritas pemulihan. “Saat ini masih terdapat 176 desa yang belum menyala karena akses menuju lokasi masih terus diperbaiki. Namun, tim kami telah bersiaga di posko-posko terdekat dan siap melakukan percepatan perbaikan segera setelah kondisi memungkinkan,” ucapnya.

Eddi menambahkan, PLN memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja baik bagi personel maupun masyarakat. “Seluruh tim bekerja dengan prinsip kehati-hatian, mengutamakan safety, namun tetap responsif dan terukur agar proses pemulihan dapat berjalan optimal,” kata dia.

Kerja keras PLN mendapat apresiasi Bupati Gayo Lues, Suhaidi. “Saya melihat bagaimana petugas PLN berjuang membawa material menembus lumpur untuk sampai ke Desa Uring Kecamatan Pining. Ini luar biasa!” ujarnya.

“Kami sangat mengapresiasi kegigihan teman-teman PLN yang tidak menyerah dengan keadaan demi melistriki kembali desa-desa kami yang terisolir,” kata Suhaidi. (*)

Tempo

Mereka yang Masih Melawan

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

  • Related Posts

    Waka Komisi V DPR Dorong Percepatan Lahan Huntap Korban Bencana Aceh-Sumatera

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mendorong percepatan relokasi lahan hunian tetap atau huntap bagi warga terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan…

    BNPB: Tak Ada Tambahan Korban Jiwa Bencana Sumatera Hari Ini

    BADAN Penanggulangan Bencana Nasional atau BNPB mengungkapkan tidak ada penambahan korban jiwa di lokasi bencana Sumatera pada Jumat hari ini, 2 Januari 2026. Upaya pencarian yang berlangsung belum menemukan korban…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *