Pembangunan SMA Tarnus IKN Ditargetkan Rampung Bulan Ini

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Ibu Kota Nusantara atau IKN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Wilayah Perencanaan 1C, pada Rabu, 31 Desember 2025. Peninjauan dilakukan guna memastikan pembangunan sekolah tersebut berjalan sesuai target dan siap mendukung ekosistem pendidikan di ibu kota baru.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saya berharap pembangunan sekolah ini dapat diselesaikan tepat waktu dan berkualitas, sehingga nantinya mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang mencetak generasi penerus bangsa terbaik,” kata Gibran dalam keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, dikutip pada Jumat, 2 Januari 2025.

Kunjungan Gibran ke SMA Taruna Nusantara IKN ini disebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan fondasi pendidikan.

Dalam peninjauan itu, Gibran melihat kesiapan infrastruktur dasar penunjang operasional sekolah. Mulai dari akses jalan, jaringan listrik, gas, hingga ketersediaan air bersih. Mantan politikus PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya percepatan pembangunan yang tetap mengedepankan kualitas. Dengan demikian, sekolah ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat optimal.

Diketahui, SMA Taruna Nusantara IKN dibangun di atas lahan seluas 60,48 hektare sebagai kampus baru yang melengkapi kampus utama SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah. Sekolah berasrama di ibu kota baru itu ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Adapun selain peninjauan SMA Taruna Nusantara, Gibran juga melakukan peninjauan fasilitas pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah atas di kawasan hunian Aparatur Sipil Negara IKN, Kalimantan Timur.

Menurut putra sulung mantan Presiden Joko Widodo ini, kehadiran sekolah yang lengkap merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah keluarga dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Gibran juga meninjau langsung area dalam bangunan untuk melihat kesiapan ruang belajar dan fasilitas pendukung lainnya. Gibran berharap seluruh fasilitas pendidikan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Sebagai informasi, bangunan sekolah dasar dan taman kanak-kanak dibangun di atas lahan seluas 5.520 meter persegi dengan luas bangunan 8.460 meter persegi, terdiri atas 2 basement dan 4 lantai, serta dilengkapi 20 ruang kelas. Sementara itu, bangunan sekolah menengah pertama berdiri di atas lahan seluas 5.520 meter persegi dengan luas bangunan 5.819 meter persegi, memiliki 9 ruang kelas, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium dan ruang kegiatan siswa.

Adapun bangunan sekolah menengah atas dibangun di atas lahan seluas 4.061 meter persegi dengan luas bangunan 8.302 meter persegi, terdiri atas 4 lantai dengan 9 ruang kelas untuk tiga tingkat angkatan. Setiap kelas dirancang menampung 32 murid, dan didukung fasilitas pembelajaran lengkap, mulai dari laboratorium bahasa, komputer, kesenian, hingga laboratorium fisika, kimia, dan biologi.

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Ada Ransel Misterius di Tugu Tunas Kelapa Parepare, Gegana Dikerahkan

    Parepare – Sebuah ransel misterius ditemukan di Tugu Tunas Kelapa Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tim Gegana Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Batalyon B Pelopor Parepare dikerahkan. Dilansir detiksulsel, Sabtu (3/1/2026),…

    Komunikasi Terakhir Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet dengan Keluarga

    Magelang – Pendaki asal Kota Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dikabarkan hilang di Gunung Slamet. Sebelum komunikasi terputus, Syafiq sempat memberi kabar ke keluarganya. Dilansir detikjateng, Jumat (2/1/2026), kakak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *