TAK ada alternatif lain bagi Yuni—warga Desa Aras Sembilan—yang ingin menemui keluarganya di Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, selain mengarungi sungai dengan menggunakan perahu kayu. Musababnya, jembatan baja yang semestinya menghubungkan desanya itu dengan Desa Lubuk Sidup hancur dihantam banjir bandang pada Rabu, 26 November 2025 lalu.
“Aku barusan naik boat, karena ini benar-benar terputus (aksesnya),” kata Yuni ketika ditemui di Jembatan Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, pada Rabu, 10 Desember 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Yuni menjelaskan, warga sekitar memanfaatkan ambruknya jembatan tersebut untuk mencari rezeki. Satu kali perjalanan melintasi sungai itu, kata dia, dibanderol harga Rp 10 ribu. Sementara perjalanan menyeberang berlangsung tak sampai lima menit.
Meski begitu, Yuni mengaku tak mempersoalkan harus merogoh kocek demi sampai ke tujuannya di pusat Kabupaten Aceh Tamiang. “Mau gic mana lagi, di sana pun masih banyak desa dan warga,” ucap Yuni sambil menunjuk ke seberang sungai.
Jembatan Lubuk Sidup ambruk saat banjir menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu, 26 November 2025. Jembatan baja sepanjang 200 hingga 250 meter itu menghubungkan Desa Lubuk Sidup dengan Desa Aras Sembilan, dan merupakan salah satu infrastruktur vital di Aceh Tamiang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY telah menerima laporan dari Datok Penghulu Lubuk Sidup Ibrahim bahwa akses antara sejumlah desa terputus buntut robohnya jembatan itu.
”Padahal masih ada banyak warga kampung, ada dua desa lagi di sana yang sulit untuk dijangkau ketika belum terhubung,“ kata Agus di lokasi Jembatan Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, pada Rabu, 10 Desember 2025.
Agus menjelaskan, jembatan tersebut tak hanya mempertemukan dua desa atau kecamatan, tetapi juga menjadi jalur penghubung antara dua kabupaten, yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Terputusnya Jembatan Lubuk Sidup juga menyebabkan pendistribusian bantuan pascabencana banjir seperti kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, hingga air bersih terhambat.





