Pengiriman 20 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza Masih dalam Koordinasi

MENTERI Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia masih berkoordinasi dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Yordania, mengenai rencana pengiriman 20 ribu pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina. Koordinasi masih dilakukan dengan negara-negara pendukung Palestina di Sidang Umum PBB di New York, AS, September lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tadi disampaikan bahwa kami akan terus melakukan koordinasi dengan negara-negara yang ada di sekitar Palestina, khususnya Yordania, yang kita sebut kemarin group of New York,” kata Sugiono di Istana Merdeka, Jumat, 14 November 2025.

Sekjen Partai Gerindra ini mengatakan pemerintah Indonesia masih menunggu keputusan untuk mengirimkan pasukan perdamaian itu. “Semuanya masih dalam koordinasi,” ujar dia. 

Prabowo sebelumnya mengatakan bersedia mengerahkan 20.000 putra dan putri Tanah Air untuk ikut membantu mengamankan perdamaian di wilayah Gaza, Palestina. Hal itu ia sampaikan saat berpidato dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Selasa, 23 September 2025.

“Kami akan terus mengabdi di mana perdamaian membutuhkan penjaga,” kata Prabowo dipantau secara daring, Selasa.

Prabowo berujar pernyataan itu tidak sekadar omongan belaka. Menurut dia, komitmen Indonesia dalam membantu mewujudkan perdamaian dunia telah dibuktikan langsung di lapangan.

Dia mengklaim saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang pasukan penjaga perdamaian terbesar bagi PBB. Kepala negara berujar Indonesia juga bersedia berkontribusi secara finansial untuk mendukung perdamaian global.

Prabowo megatakan perdamaian sudah seharusnya perlu ditegakkan dan dijaga. Tak hanya yang terjadi di Gaza akibat serangan Israel, Prabowo mengatakan perdamaian harus tercipta di seluruh dunia.

“Di Ukraina, Sudan, Libya, di mana pun perdamaian perlu dijaga. Kami siap, kami akan menanggung beban ini,” kata Prabowo.

Dia mengatakan Indonesia menaruh kepercayaan penuh terhadap PBB. Menurut dia, tanpa eksistensi PBB tidak ada satu pun negara yang bisa merasa aman. Apalagi, kata dia, saat ini planet bumi sedang tertekan. “Ketidakamanan pangan, energi, dan air menghantui banyak negara,” ucapnya.

Dalam Sidang Umum ke-80 PBB, Prabowo berpidato di urutan ketiga. Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva berpidato di urutan pertama, kemudian disusul Donald Trump, Presiden Amerika Serikat berpidato di urutan kedua.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam tulisan ini

  • Related Posts

    Pramono dan Ketua DPRD DKI Bahas Opsi Terbitkan Obligasi Daerah

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas dampak tekanan ekonomi dunia terhadap keuangan Pemprov DKI bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin. Salah satu yang dibahas ialah opsi penerbitan obligasi…

    Menkum Ungkap Peluang Pemuda Papua Akses Pendidikan Kedinasan

    Jakarta – Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas mengatakan Kementerian Hukum membuka ruang afirmasi bagi generasi muda Papua dalam mengakses pendidikan kedinasan hingga peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *