Pierluigi Collina tegaskan FVS bukan versi modifikasi dari VAR

Sepak Bola Dunia

Pierluigi Collina tegaskan FVS bukan versi modifikasi dari VAR

  • Selasa, 7 Oktober 2025 20:08 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pierluigi Collina tegaskan FVS bukan versi modifikasi dari VAR
Arsip – Ketua Komisi Wasit Federasi sepak bola dunia (FIFA) Pierluigi Collina menghadiri pemberian tanda Bintang Jasa Pratama kepada Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/11/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa Football Video Support (FVS) bukanlah bentuk modifikasi dari Video Assistant Referee (VAR).

Sistem baru ini justru memiliki tujuan berbeda, yakni memberikan solusi teknologi yang terjangkau bagi liga-liga domestik dengan keterbatasan infrastruktur.

Dalam laporan FIFA melalui situs resmi mereka pada Selasa, Collina menekankan bahwa FVS diciptakan untuk memperluas akses terhadap teknologi perwasitan di seluruh dunia.

“FVS tidak boleh dianggap sebagai VAR atau versi modifikasinya, karena tidak melibatkan pejabat video yang memantau setiap insiden,” ujar Collina.

“Kami sangat terdorong oleh hasil pertama dan berharap dapat membantu Asosiasi Anggota kami mendapatkan manfaat dari teknologi ini.”

Berbeda dari VAR yang memerlukan jaringan kamera canggih, ruang kontrol khusus, dan tim wasit video profesional, FVS dirancang dengan struktur minimalis.

Sistem ini memungkinkan wasit meninjau keputusan krusial hanya dengan satu atau dua kamera yang tersedia di stadion.

Peninjauan keputusan dilakukan atas permintaan pelatih kepala atau pejabat tim, menggunakan gerakan dan kartu khusus untuk meminta review.

Baca juga: FIFA perkenalkan FVS sebagai alternatif dari VAR

Mekanisme ini membantu wasit memperbaiki kesalahan jelas dalam situasi penting seperti gol, penalti, atau kartu merah langsung—tanpa mengganggu ritme pertandingan.

FVS merupakan bagian dari visi FIFA untuk menciptakan sistem perwasitan yang inklusif dan adil di semua level kompetisi.

Teknologi ini memungkinkan federasi-federasi kecil atau liga amatir memanfaatkan bantuan video tanpa harus memenuhi standar teknis tinggi seperti VAR.

Langkah ini juga memperkuat misi FIFA dan IFAB dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap wasit, terutama di kompetisi yang sebelumnya tidak memiliki dukungan teknologi sama sekali.

FIFA berharap FVS dapat menjadi jembatan bagi liga-liga domestik menuju profesionalisme yang lebih tinggi.

Dengan biaya operasional rendah dan kemudahan adaptasi, sistem ini diharapkan menjadi standar baru untuk kompetisi non-elite.

Baca juga: FIFA dorong ekspansi penerapan FVS di liga domestik kasta bawah

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Warga di Gresik Dibacok Saat Bangunkan Sahur, Rumah Terduga Pelaku Dibakar

    Gresik – Kegiatan sahur keliling di Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, berubah menjadi aksi tawuran pemuda antardesa hingga menyebabkan dua warga dibacok. Puluhan orang yang tidak menerima insiden itu lalu…

    Dukung Program Prabowo, Polres Bogor Bakal Renovasi 13 Rumah Tak Layak Huni

    Bogor – Polres Bogor melalukan realisasi program rumah ASRI atau bedah rumah tidak layak huni. Program tersebut selaras dengan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Langkah ini dilakukan guna memastikan inovasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *