Pemkab: Pekerja di Kepulauan Seribu miliki tantangan lebih besar 

Pemkab: Pekerja di Kepulauan Seribu miliki tantangan lebih besar 

  • Rabu, 27 Agustus 2025 01:38 WIB
  • waktu baca 2 menit
Pemkab: Pekerja di Kepulauan Seribu miliki tantangan lebih besar 
Sebanyak 100 pegawai PJLP mengikuti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan pemeriksaan kesehatan gratis di Aula Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang digelar UPT Pusat Hiperkes dan Kesehatan Kerja DKI Jakarta bersama pemkab setempat pada Selasa (26/8/2025). ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu

Jakarta (ANTARA) –

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Endro Mukti Wibowo mengatakan pekerja di Kepulauan Seribu memiliki tantangan lebih besar karena langsung berhubungan dengan alam atau lautan lepas, sehingga harus memperhatikan keselamatan kerja.

“Setiap pekerja harus mempunyai wawasan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mengurangi kecelakaan kerja,” kata dia di Jakarta, Selasa.

Selain itu, seluruh pekerja yang ada di daerah kepulauan itu harus mendapatkan edukasi pentingnya menjaga kesehatan saat bekerja karena jika sakit, maka akan berpengaruh terhadap kinerja mereka bekerja.

Ia menilai adanya program pelatihan K3 akan membantu dan diharapkan peserta mengimplementasikannya dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap seluruh pekerja yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu kesehatannya bisa terus terjaga,” kata dia.

Sebelumnya, 100 pegawai PJLP mengikuti pelatihan K3 dan pemeriksaan kesehatan gratis di Aula Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang digelar UPT Pusat Hiperkes dan Kesehatan Kerja DKI Jakarta bersama pemkab setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta Syaripudin mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam mewujudkan keselamatan dan kesehatan pekerja.

Pihaknya pun mendorong partisipasi aktif pekerja dan kelompok masyarakat lainnya dalam mengimplementasikan K3 dalam setiap aktivitas kerja.

“Ini salah satu layanan jemput bola kami kepada masyarakat. Tujuannya, agar tenaga kerja di Kepulauan Seribu bisa bekerja secara produktif serta optimal dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan,” kata dia.

Baca juga: Kemenkes-DKI Jakarta sediakan kapal layanan kesehatan Kepulauan Seribu

Baca juga: PAM Jaya-Turan Borfit rancang jaringan pipa bagi Kepulauan Seribu

Baca juga: BBPOM Jakarta edukasi warga Pulau Tidung terkait gizi dan pangan aman

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Perspektif yang tajam dan ajek dari para ahli di banyak bidang. Edisi Pekan Ini Gegeran Pangan Gegeran Pangan Mengungkap yang tersembunyi dengan perspektif, argumen, dan data yang solid. Indikator 25…

    Apa Itu Rafflesia Hasseltii? Bunga Langka yang Ditemukan di Sumsel

    Jakarta – Rafflesia hasseltii kembali menjadi sorotan setelah ditemukan mekar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel). Temuan ini menarik perhatian karena jenis tersebut termasuk bunga langka yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *