Petinju amatir Jepang kritis usai jalani operasi otak darurat

Tinju

Petinju amatir Jepang kritis usai jalani operasi otak darurat

  • Jumat, 22 Agustus 2025 16:58 WIB
  • waktu baca 2 menit
Petinju amatir Jepang kritis usai jalani operasi otak darurat
Ilustrasi – Sarung tinju merah dengan kilatan cahaya di latar belakang. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Jakarta (ANTARA) – Seorang petinju amatir Jepang menjalani operasi otak darurat dua pekan lalu dan masih mendapatkan perawatan intensif, demikian dikutip dari The Japan Times di Jakarta, Jumat.

Federasi Tinju Jepang (Japan Boxing Federation/JBF) menyatakan, petinju berusia 39 tahun yang tidak disebutkan namanya itu tidak merespons setelah melakukan latih tanding (sparing) selama tiga ronde, di Tokyo pada 8 Agustus 2025.

JBF, yang mengawasi tinju amatir di Jepang, mengatakan bahwa pria tersebut sudah lebih dari 10 tahun tidak bertanding dan sedang berlatih untuk melakukan comeback.

“Kami berdoa agar ia bisa pulih sesegera mungkin,” kata presiden JBF, Tatsuya Nakama.

Dunia tinju Jepang sedang menjadi sorotan setelah petinju kelas bulu super Shigetoshi Kotari dan petinju kelas ringan Hiromasa Urakawa, meninggal beberapa hari setelah mengalami cedera dalam pertarungan terpisah di Tokyo pada 2 Agustus. Kedua petinju itu baru berusia 28 tahun.

Baca juga: Timnas Tinju Indonesia raih enam medali di Taipei City Cup 2025

Baca juga: Curry dan Scott naik ring rebut juara dunia kelas menengah putri WBC

Pejabat tinju Jepang telah menggelar serangkaian pertemuan darurat dan berjanji untuk menerapkan aturan keselamatan baru.

Langkah baru yang akan diterapkan mencakup tes urine untuk mengukur dehidrasi serta aturan yang lebih ketat mengenai penurunan berat badan cepat yang dilakukan para petinju.

Petinju Jepang Yudai Shigeoka pada bulan ini mengumumkan pensiun dari dunia tinju. Ia ingin fokus mendukung saudaranya, yang koma sejak sebuah pertarungan pada Mei lalu.

Saudaranya, Ginjiro, mantan juara dunia kelas jerami WBC, kolaps setelah bertarung di Osaka dan menjalani operasi otak darurat.

Pria berusia 25 tahun tersebut masih koma, tetapi menurut Komisi Tinju Jepang, kondisinya sudah tidak lagi membahayakan nyawa.

Baca juga: Daftar lengkap laga tinju dengan kartu utama Canelo lawan Crawford

Baca juga: Polisi wanita Stephanie Han bersiap pertahankan gelar juara dunia WBA

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *