BPJAMSOSTEK beri santunan kematian pekerja migran Indonesia Rp133 juta

BPJAMSOSTEK beri santunan kematian pekerja migran Indonesia Rp133 juta

  • Kamis, 10 Juli 2025 20:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
BPJAMSOSTEK beri santunan kematian pekerja migran Indonesia Rp133 juta
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara Murniati. ANTARA/Nancy L Tigauw

Manado (ANTARA) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Sulawesi Utara memberikan santunan kematian kepada ahli waris pekerja migran Indonesia sebesar Rp133 juta.

“Pemberian santunan kematian ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan. Itulah salah satu manfaat menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara Murniati, di Manado, Kamis.

Dia mengatakan santunan kematian ini diberikan kepada pekerja migran Indonesia Denny Wewengkang yang bekerja dan meninggal di Pulau Solomon pada 19 April 2025.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Sulteng: Jangan gunakan calo saat urus klaim jamsostek

“Tidak ada yang mau meninggal di negeri orang lain, tetapi atas kejadian ini BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada ahli waris,” katanya.

Menurut dia, pekerja migran Indonesia dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan mulai saat bekerja sampai kembali, bahkan juga bagi yang batal berangkat atau meninggal.

Ahli waris Denny Wewengkang, yakni Cherly Paath mendapatkan Rp133 juta yang meliputi Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp85 juta dan beasiswa Rp48 juta yang diberikan secara berkala sebesar Rp12 juta per tahun.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang serahkan santunan pekerja informal

Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk melindungi tenaga kerja, yang memberikan jaminan atas risiko kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan pensiun bagi para pekerja, baik penerima upah non ASN, perangkat desa, dan lainnya maupun bukan penerima upah yang menjadi peserta.

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Panas! PSI Balas PDIP: Sakit Hati Ditinggal Jokowi Sangat Mendalam

    Jakarta – Ketua DPP PSI Bestari Barus menjawab balik Politisi PDIP Guntur Romli yang sempat mengoreksi bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dipecat oleh PDIP, bukan keluar. Bestari Barus…

    Pria di Pati Bakar Rumah Ortu Diduga gegara Tak Dikasih Uang

    Jakarta – Pria berinisial MI (27) ditangkap polisi setelah diduga membakar rumah orang tuanya di Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pelaku melancarkan aksinya diduga emosi karena tidak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *