FEB UI ajak Gen-Z siapkan diri hadapi tantangan kerja era AI dan VUCA

FEB UI ajak Gen-Z siapkan diri hadapi tantangan kerja era AI dan VUCA

  • Senin, 7 Juli 2025 12:25 WIB
  • waktu baca 2 menit
FEB UI ajak Gen-Z siapkan diri hadapi tantangan kerja era AI dan VUCA
Kegiatan forum diskusi bertajuk “Career Catalyst: Empowering Gen-Z with Tools to Learn, Grow and Thrive” yang diselenggarakan oleh FEB UI melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema Kemitraan Internasional bekerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di China (PERMIT) Shanghai, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-FEB UI

Jakarta (ANTARA) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) mengajak kepada seluruh Generasi-Z untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks pada era kecerdasan buatan (AI) serta Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA).

Associate Professor FEB UI Dyah Setyaningrum melalui keterangan di Jakarta, Senin, menekankan penting bagi Gen-Z untuk tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga mengembangkan soft skills dan literasi keuangan yang kuat di tengah kondisi dunia kerja yang semakin dipengaruhi AI dan dinamika global.

“FEB UI berkomitmen untuk mendampingi mereka dalam perjalanan ini melalui kurikulum yang adaptif yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” katanya.

Baca juga: Rektor lantik dekan perempuan pertama di Fakultas Ekonomi & Bisnis UI

Senada dengan Dyah, Associate Professor FEB UI Aria Farahmita menyatakan saat ini Gen-Z menghadapi tantangan utama yaitu impulsivity atau kecenderungan untuk bertindak atau membuat keputusan secara spontan, tanpa memikirkan konsekuensi atau akibatnya terlebih dahulu.

“Apalagi teknologi memungkinkan keputusan belanja terjadi dalam hitungan detik, sehingga Gen-Z juga harus lebih waspada terhadap pengeluaran digital dan jebakan pengeluaran ilegal, seperti judi online,” ujarnya.

Diketahui, survei Deloitte 2025 menyebutkan sekitar 74 persen Gen-Z dan 77 persen milenial percaya bahwa kecerdasan buatan generatif (GenAI) akan memengaruhi cara mereka bekerja dalam setahun ke depan.

Baca juga: Guru Besar FEB UI: Pemikiran Sumitro solusi hadapi era ketidakpastian

Namun hanya 14 persen Gen Z yang telah menerima pelatihan formal terkait AI, sementara sekitar dua pertiga merasa khawatir akan potensi penggantian pekerjaan oleh AI.

Oleh karena itu FEB UI mengadakan berbagai program untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sulit digantikan oleh AI, seperti kreativitas, empati, dan kemampuan memecahkan masalah.

FEB UI berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia kerja modern, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah.

Baca juga: UI dan kedutaan Swedia jajaki kèrja sama akademik dan industri

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *