Kemarin, soal pendidikan gratis hingga penemuan spesies baru Begonia

Kemarin, soal pendidikan gratis hingga penemuan spesies baru Begonia

  • Selasa, 10 Juni 2025 07:20 WIB
  • waktu baca 2 menit
Kemarin, soal pendidikan gratis hingga penemuan spesies baru Begonia
Ilustrasi – Pengunjung merekam video koleksi tanaman begonia di Taman Begonia, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nym.

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita humaniora kemarin yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari pendidikan gratis kemungkinan tahun depan hingga dua spesies baru Begonia ditemukan di Kalimantan.

1. Wamendikdasmen: Pendidikan gratis kemungkinan tahun depan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengungkapkan pembebasan biaya pendidikan seperti yang diamanatkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) kemungkinan dilakukan pada tahun ajaran mendatang (2026), bukan tahun ini.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. Kemenhut umumkan dua spesies baru Begonia ditemukan di Kalimantan

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bekerja sama dengan peneliti muda Indonesia mengumumkan penemuan dua spesies tumbuhan baru dari marga Begonia yang dinamai Begonia bukitrayaensis dan Begonia kalimantana.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. Dinkes Kaltim: Dua pasien RSUD terindikasi COVID-19 dari swab antigen

Dua orang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terindikasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab (tes usap) antigen.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. Bupati Purwakarta kembali kirim puluhan pelajar ke barak militer

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein kembali mengirim puluhan pelajar SMA/SMK ke barak militer Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III/Siliwangi Bandung untuk menjalani program pendidikan karakter.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. Ketum ICMI: Haji jadi inspirasi membangun peradaban baru Indonesia

Ketua Umum (Ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Arif Satria menekankan pentingnya memaknai kembali simbol-simbol ibadah haji, khususnya ritual sa’i antara Bukit Sofa dan Marwah, sebagai refleksi dari nilai perjuangan, kesabaran, dan ketangguhan.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *