Persita juara EPA U-20 setelah menangi adu penalti lawan Dewa United

Sepak Bola Nasional

Persita juara EPA U-20 setelah menangi adu penalti lawan Dewa United

  • Minggu, 23 Februari 2025 00:13 WIB
  • waktu baca 3 menit
Persita juara EPA U-20 setelah menangi adu penalti lawan Dewa United
Persita Tangerang U-20 menjuarai Elite Pro Academy (EPA) U-20 setelah mengalahkan Dewa United U-20 melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025). ANTARA/Zaro Ezza Syachniar/aa.

Jakarta (ANTARA) – Persita Tangerang U-20 menjuarai Elite Pro Academy (EPA) U-20 setelah mengalahkan Dewa United U-20 pada laga final di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, melalui drama adu penalti dalam skor 4-3.

Kemenangan Persita diraih saat kiper Rafi Pamungkas menepis tendangan Abdul Zaki Alim, sesaat setelah tendangan panenka Kaka Reda yang hampir memenangkan Persita lebih cepat, ditahan oleh Yofandani Damai.

Ini kali kedua secara beruntun Persita menembus final EPA U-20 setelah musim lalua kalah 1-3 dari Persis U-20.

Pelatih Persita Ilham Jaya Kesuma mengatakan kondisi fisik para pemainnya tahun ini sangat meningkat.

“Final tahun lalu paling mungkin, kita fisik. Jadi ketika babak kedua habis,” kata Ilham pada jumpa pers pasca pertandingan, Sabtu.

Ilham mengutarakan perasaannya yang campur aduk setelah melihat kesempatan memenangkan pertandingan lebih cepat gagal, menyusul gagalnya penalti panenka yang dibuat Kaka.

Baca juga: Malut United hadapi Persita Tangerang di semifinal EPA Liga 1 U-20

“Ya lebih deg-degan. Apalagi tadi terakhir si Kaka harusnya penentuan tapi saya yakin kiper saya, saya yakin sama dia. Ketika penyisian dan semifinal saya yakin dia pasti bisa,” kata legenda sepak bola Indonesia berusia 46 tahun itu.

Sama halnya dengan sang pelatih, Rafi mempunyai perasaan yang sama.

Ia sangat optimistis mampu menahan tendangan Abdul Zaki.

“Kalau menurut saya setelah gagal panenka tadi, saya tetap optimis, tetap percaya soalnya 13 pertandingan kebelakang kita unbeaten, tanpa kekalahan. 14 sama final, ini juga jadi motivasi saya tetap percaya bahwa tim ini bakalan juara gak bisa dikalahkan,” kata Rafi.

Asisten pelatih Dewa United Eka Ramdani tak memperdulikan hasil final ini. “Ya intinya kan siapa yang bisa melawan takdir. Untuk hasil tidak terlalu penting. Saya senang melihat anak-anak bagaimana fight 120 menit”.​​​​​​

Baca juga: PT LIB konfirmasi EPA Liga 1 akan serentak kick-off pada Sabtu

Susunan pemain kedua tim:

Dewa United U-20: Yofandani Damai (GK) (C), Dani Saputra, Mohammad Saiful, Husain Anshori, Rizky Alfa Thoni, Dicky Kurniawan, Maulana Ilham Jaka Kusuma, Farhan Saviola, Rygan Dio Pramudya, Alfin Faiz Kelilauw, Gada Ramadhan.

Pelatih: Gaguk Setia.

Persita U-20: Rafi Pamungkas (GK), Evan Tuhutera, Cois Artomoro Raya, Diovani Ahmad Rafly, Ahmad Fahd Alchoir, Adriano Saputra, Cerilus Seran, Zulfan Djiaulhaq Mukti, Rival Aldiva Hidayat, Dafiq Firdaus, Aep Nursofyan.

Pelatih: Ilham Jaya Kesuma.

Daftar juara EPA U-16, U-18, dan U-20 musim ini:

Kategori U-16

Juara: Borneo FC Samarinda

Runner-up: Persebaya

Peringkat ketiga: Madura United

Kategori U-18

Juara: PSM Makassar

Runner-up: Persija

Peringkat ketiga: Semen Padang FC

Kategori U-20

Juara: Persita

Runner-up: Dewa United

Peringkat ketiga: Persija.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Waka MPR Dorong Kesadaran Kolektif Antisipasi Ancaman Hantavirus

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk mengantisipasi potensi penyebaran Hantavirus di Indonesia. Menurutnya, upaya kewaspadaan terhadap virus tersebut perlu dilakukan bersama melalui…

    Skema Belajar Santri Terdampak Kekerasan Seksual di Pati

    KEMENTERIAN Agama menerapkan skema pembelajaran untuk memastikan hak pendidikan puluhan santri terdampak kekerasan seksual di Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tetap terpenuhi. Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *