Be My Guest: Episode Puncak

Be My Guest: Episode Puncak

  • Minggu, 23 Februari 2025 10:46 WIB
  • waktu baca 2 menit
Be My Guest: Episode Puncak
Be My Guest: Episode Puncak

Guiyang, Tiongkok, (ANTARA/PRNewswire)- Guizhou, yang terletak di jantung Barat Daya China, memiliki lanskap yang terbentuk dari perpaduan dataran tinggi, pegunungan, bukit, dan cekungan. Dikenal sebagai “Surga Dari Ribuan Gunung,” Guizhou memiliki puncak karst, danau dataran tinggi, ngarai dalam, air terjun, lubang runtuh, dan celah-celah, menjadikannya destinasi yang ideal untuk wisata gunung dan petualangan luar ruangan.

Be My Guest: The Peak Episode

Serial video pendek “Be My Guest • Fokus Guizhou,” yang diproduksi oleh TV Satelit Guizhou dan Pusat Komunikasi Internasional dari Stasiun Radio dan Televisi Guizhou, menampilkan fotografer internasional yang menjelajahi Guizhou yang dinamis dan beragam. Melalui kamera mereka, serial ini menangkap pengalaman autentik dan budaya kaya Guizhou.

Dalam episode ini, Ivan Mendelevich, seorang fotografer profesional dan penggemar sepeda motor asal Argentina, menerima undangan dari temannya Wang Menghan untuk memulai perjalanan mendebarkan “mengejar puncak” di seluruh Guizhou.

Petualangan mereka dimulai di Kawasan Wisata Wanfenglin di Xingyi, di mana mereka menyusuri puncak karst menggunakan sepeda motor, merasakan angin menderu di telinga mereka. Lebih dari 300 tahun yang lalu, Xu Xiake, seorang penjelajah terkenal dan penulis catatan perjalanan dari Dinasti Ming, memuji Wanfenglin, dengan mengatakan, “Puncak-puncak banyak di seluruh dunia, tetapi hanya di sini mereka membentuk sebuah hutan.” Hari ini, Ivan terbang di udara menggunakan paralayang, merangkul udara terbuka dan mengagumi dari atas lanskap unik Wanfenglin, atau Hutan Sepuluh Ribu Puncak.

Selanjutnya, Ivan dan Wang mengunjungi Museum Perlindungan Fosil Naga Guizhou Xingyi untuk menjelajahi fosil Ichthyosaurus Guizhou, reptil laut purba dari lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Mereka mempelajari sejarah geologi wilayah ini dari pemandu museum.

Perjalanan mereka berakhir di Gunung Fanjing, di mana Ivan menangkap pemandangan menakjubkan dari langit bertabur bintang dan cahaya lembut fajar dengan kameranya. Di Pusat Penyelamatan Satwa Liar Gunung Fanjing, ia bertemu dengan monyet emas Guizhou, spesies langka dan terancam punah yang terdaftar sebagai satwa liar terlindungi tingkat pertama nasional Tiongkok dan sering disebut sebagai “Anak Khusus, dan Satu-Satunya Anak Bumi,” yang tersembunyi jauh di dalam hutan murni gunung tersebut.

“Guizhou benar-benar membuat saya terkesan! Lain kali, saya akan kembali bersama keluarga dan teman-teman saya untuk menjelajahi lebih banyak lagi lanskap wilayah ini,” kata Ivan. Perjalanan yang menggairahkan dan penuh petualangan ini memberinya gambaran tentang pesona khas Guizhou, meninggalkannya dengan keinginan untuk kembali untuk eksplorasi berikutnya.

https://www.youtube.com/watch?v=Y6NhuCgqqMk

SOURCE Guizhou Satellite TV; International Communication Center of Guizhou Radio and Television Station

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *