Mahasiswa Unair dan Universiti Teknologi Malaysia BBK di Banyuwangi

Mahasiswa Unair dan Universiti Teknologi Malaysia BBK di Banyuwangi

  • Jumat, 21 Februari 2025 23:50 WIB
  • waktu baca 2 menit
Mahasiswa Unair dan Universiti Teknologi Malaysia BBK di Banyuwangi
Asisten Pemerintahan dan Kesra Banyuwangi M.Y Bramuda memberikan sambutan di hadapan mahasiswa si Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat (22/2/2025) ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi

Peserta akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah-sekolah, misalnya tentang kesehatan gigi dan mulut

Banyuwangi (ANTARA) – Puluhan mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melaksanakan Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai 21 Februari hingga 7 Maret 2025.

Selama dua pekan, mereka akan berada di Banyuwangi untuk melakukan berbagai kegiatan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta lingkungan dan puluhan mahasiswa itu disebar di sejumlah desa di Kecamatan Licin, yakni Desa Banjar, Licin, Jelun dan Gumuk.

Baca juga: Komisi X DPR RI kunjungi Unair bahas sistem penerimaan mahasiswa baru

“Selamat datang, terima kasih telah memilih Banyuwangi. Semoga semua kegiatannya bisa berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para mahasiswa dan Banyuwangi utamanya,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Banyuwangi, M.Y. Bramuda di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jumat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Air Langga (Unair) Dr. Pratiwi Soesilawati mengatakan Banyuwangi sengaja dipilih karena memiliki beragam program inovatif yang terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Ini yang menjadi daya tarik sebagai lokasi belajar mahasiswa kami. Harapannya, selain bisa menerapkan apa yang telah didapatkan di perkuliahan, mereka juga bisa menyerap spirit berinovasi dan hal-hal baik lainnya dari sini,” katanya.

Pratiwi menyebutkan, 96 mahasiswa yang akan melaksanakan BBK di Banyuwangi tersebut terdiri atas 46 mahasiswa Unair dan 50 mahasiswa pertukaran pelajar dari Universiti Teknologi Malaysia.

Baca juga: Daya tampung seluruh prodi di UNAIR pada SNBP 2025

“Peserta akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah-sekolah, misalnya tentang kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Selain itu, mereka juga akan memberikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan perekonomian warga, seperti pelatihan mencukur, membuat akuaponik serta budi daya ikan lele.

Pratiwi menyampaikan mahasiswa juga akan turun ke posyandu-posyandu untuk kegiatan penyuluhan kesehatan serta pendampingan bagi ibu hamil dan ibu balita.

“Berbagai kegiatan yang kami laksanakan semoga bisa membawa dampak positif bagi warga setempat,” tuturnya.

Baca juga: Pascasarjana Unair bahas wewenang Polri dalam RKUHAP

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo hadir dalam forum internasional itu menggunakan mobil Maung Garuda. Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden,…

    Mimpi Aldi Bersama Istri dan Anak Merantau Kandas Usai Bus ALS Terbakar

    Jakarta – Suasana haru menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus ALS yang menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu keluarga korban, Hambali…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *