Pemprov Sulteng: Ekspor Frozen dan pasta durian ke Tiongkok

Pemprov Sulteng: Ekspor Frozen dan pasta durian ke Tiongkok

  • Minggu, 2 Februari 2025 17:06 WIB
Pemprov Sulteng: Ekspor Frozen dan pasta durian ke Tiongkok
Dok- Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Pemerintah Sulawesi Tengah meninjau kesiapan rumah kemas durian di Kota Palu untuk melakukan ekspor komoditas tersebut ke China, Rabu (10/7/2024). (ANTARA/HO-Dinas TPH Sulteng)

Durian bentuk frozen dan pasta sesuai protokoler negara tujuan, oleh sebab itu rumah kemas harus memperhatikan tingkat kualitas buah,

Palu (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan, ekspor Durian ke Tiongkok dalam bentuk frozen dan pasta sesuai permintaan negara tujuan.

“Konsumen Tiongkok menyukai durian kemasan, dalam artian praktis langsung di makan,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng Nelson Metubun di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan, ekspor perdana ke negeri Tirai Bambu dijadwalkan pada Februari 2025, sebelum pengiriman dilakukan Pemerintah Indonesia melakukan simulasi terlebih dahulu guna kelancaran ekspor.

Simulasi nantinya akan dilakukan lintas kementerian/lembaga dan Pemprov Sulteng bersama perusahaan ekspor komoditas tersebut.

“Durian bentuk frozen dan pasta sesuai protokoler negara tujuan, oleh sebab itu rumah kemas harus memperhatikan tingkat kualitas buah,” ujarnya.

Ia memaparkan, pasar Tiongkok sangat ketat terhadap kualitas produk, sehingga beberapa protokol wajib dipenuhi diantaranya standar Good Agriculture Practices (GAP) atau cara budi daya pertanian yang baik dan standar Good Handling Practices (GHP).

Yang mana, sejumlah varian siap ekspor sesuai permintaan pasar tersebut yakni jenis Montong, Musangking, Duri Hitam dan Bawor.

“Tingkat kematangan buah saat di kirim nanti sekitar 80 hingga 90 persen dengan waktu tempuh sekitar sembilan hari perjalanan,” ucapnya.

Nelson mengemukakan, sekitar 3.056 hektare kebun durian dan 1.379 petani durian di Sulteng telah teregistrasi guna memenuhi protokol ekspor.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata produksi buah segar durian Sulteng sekitar 433.189 ton lebih per tahun dengan jumlah 1,2 juta pohon telah menghasilkan buah dari total 3,7 juta pohon tersebar di 13 kabupaten/kota.

“Kabupaten Parigi Moutong, Poso dan Sigi siap melakukan ekspor dari lima daerah di Sulteng yang teregistrasi. Khusus ekspor buah fresh atau buah utuh, saat ini sedang dilakukan kajian protokol oleh pemerintah,” tutur Nelson.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *