Lavrov: Kemitraan Rusia-China kunci stabilitas global

Lavrov: Kemitraan Rusia-China kunci stabilitas global

  • Rabu, 15 Januari 2025 10:03 WIB
Lavrov: Kemitraan Rusia-China kunci stabilitas global
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov. (ANTARA/Xinhua)

Moskow (ANTARA) – Hubungan antara Rusia dan China sangat penting untuk menjaga stabilitas global di saat ketegangan meningkat di seluruh dunia, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Selasa (14/1) dalam konferensi pers tahunannya.

Dia mengatakan bahwa kemitraan Rusia-China adalah salah satu faktor penstabil utama dalam hubungan internasional modern, demikian warta Xinhua.

Menurut Lavrov, Washington dan para sekutunya dari Aliansi Atlantik Utara berusaha untuk meningkatkan konfrontasi dan permusuhan global, menebarkan perselisihan dan menciptakan perpecahan di seluruh Eropa dan tempat-tempat lainnya.

Menlu itu mengatakan bahwa Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) sedang memperdalam hubungan dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU), yang sejalan dengan Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra.

“Signifikansi internasional dari kerja sama, kemitraan, dan rencana masa depan kami sangat besar, dan saya yakin rencana ini akan terwujud,” kata Lavrov.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Duta Besar Pakistan berbicara kepada Al Jazeera menjelang pembicaraan AS-Iran

    Umpan Berita Duta Besar Pakistan untuk AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa upaya diplomatik yang intens selama berminggu-minggu telah menghasilkan komitmen bersama dari semua pihak untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan,…

    Pemerintah Pastikan Tidak Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL

    SEKRETARIS Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan tidak ada rencana penarikan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libanon. Pemerintah sebelumnya diminta untuk mengevaluasi keterlibatan dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *