Wamenlu sebut ancaman tarif AS tidak secara khusus sasar BRICS

Wamenlu sebut ancaman tarif AS tidak secara khusus sasar BRICS

  • Selasa, 14 Januari 2025 00:35 WIB
Wamenlu sebut ancaman tarif AS tidak secara khusus sasar BRICS
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arief Havas Oegroseno usai menghadiri acara Business Competitiveness Outlook 2025, di Jakarta, Senin (14/1/2025). ANTARA/Bayu Saputra

Tarif itu enggak ada hubungannya dengan BRICS, karena yang kena tarif itu kadang-kadang non-BRICS juga akan kena.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arief Havas Oegroseno mengatakan ancaman tarif dagang oleh pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak secara khusus menyasar negara anggota BRICS.

Namun, ancaman itu juga menargetkan negara lain yang menjalin kerja sama perdagangan dengan AS.

“Tarif itu enggak ada hubungannya dengan BRICS, karena yang kena tarif itu kadang-kadang non-BRICS juga akan kena. Kalau saya lihat dari berbagai analisa yang ada, ya Eropa, Jepang, Korea, itu pokoknya negara yang punya menciptakan (hubungan) perdagangan (dengan AS),” ujar Arief, usai menghadiri acara Business Competitiveness Outlook 2025, di Jakarta, Senin.

Meskipun demikian, Trump sebelumnya mengeluarkan ancaman keras terhadap negara-negara BRICS jika mereka melanjutkan rencana untuk menciptakan mata uang alternatif selain dolar AS.

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut bahwa penggunaan mata uang selain dolar AS adalah bentuk perlawanan terhadap ekonomi Amerika.

Menanggapi hal itu, Arief menuturkan untuk kepastian dari kebijakan tarif tersebut sebaiknya menunggu saat Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025 mendatang.

Lebih lanjut, terkait keanggotaan Indonesia di BRICS, Arief menjelaskan Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis untuk berkontribusi dalam program-program organisasi tersebut.

Indonesia akan mengikuti arahan dari Brasil sebagai Ketua BRICS tahun ini sebelum menentukan prioritasnya.

“Kita kan baru diterima, jadi kita mesti dengar dulu dari Brasil programnya apa, apa yang bisa dimajukan, kepentingan kita nanti seperti apa,” ujarnya.

Meski demikian, Wamenlu RI itu menggarisbawahi bahwa BRICS memberikan peluang besar untuk kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan bersama negara-negara anggota lainnya.

Adapun Brasil, sebagai pemegang presidensi BRICS tahun ini, pada Senin (7/1) mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota penuh organisasi internasional tersebut.

Baca juga: Keuntungan dan potensi kerugian Indonesia gabung BRICS

Baca juga: Airlangga; Indonesia ajukan penurunan tarif dagang dengan AS

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Gedung Polsek Cileungsi Ditembaki Petasan Remaja Konvoi, Pelaku Ditangkap

    Bogor – Polisi menangkap segerombolan remaja karena meresahkan warga di sepanjang Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Remaja tersebut menyalakan petasan di sepanjang jalan. “Aksi tersebut dinilai mengganggu…

    Pesan Khotbah Id di PP Muhammadiyah: Umat Diminta Tak Boros-Gemar Berbagi

    Jakarta – Khotbah Salat Idul Fitri Kantor Pusat Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menyoroti isu ketahanan pangan di tengah ancaman krisis global. Umat Islam diingatkan agar tidak boros dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *