Pemimpin Afrika serukan perdamaian, persatuan saat Hari Natal

Pemimpin Afrika serukan perdamaian, persatuan saat Hari Natal

  • Kamis, 26 Desember 2024 00:51 WIB
Pemimpin Afrika serukan perdamaian, persatuan saat Hari Natal
ist (istimewa)

Lusaka, Juba, Lilongwe (ANTARA) – Para pemimpin Afrika pada Rabu menyerukan perdamaian dan persatuan saat umat beragama di seluruh negara di benua itu merayakan Hari Natal.

“Semoga hari penuh cinta, persatuan, rekonsiliasi, dan perdamaian mewarnai tahun mendatang,” kata Presiden Zambia Hakainde Hichilema dalam pidato kenegaraan yang disiarkan di televisi.

Menjelang hari raya umat Kristiani tersebut, Hichilema pada Selasa memberikan grasi kepada 759 tahanan dan meringankan hukuman bagi 17 lainnya.

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit mengimbau semua orang untuk mendorong perdamaian dan persatuan selama perayaan Natal.

“Jadikanlah hari raya ini sebagai momentum untuk bersatu dalam komitmen bersama guna mewujudkan Sudan Selatan yang damai, sejahtera, dan bersatu,” katanya.

“Saat kita merayakan Natal ini, marilah kita sampaikan pesan perdamaian dan harapan di hati kita untuk menyambut Tahun Baru,” kata Kiir dalam pidato kenegaraan kepada rakyatnya.

Pemerintah “berkomitmen untuk memastikan lingkungan yang damai dan aman, tidak hanya selama perayaan tetapi untuk sepanjang tahun,” janjinya.

Presiden Namibia Nangolo Mbumba juga mengimbau rakyatnya untuk “berbagi dan peduli di bawah bendera 'satu Namibia, satu bangsa'.”

“Saat banyak dari kita menikmati waktu istirahat yang cukup, janganlah kita melupakan mereka yang terus bekerja tanpa lelah untuk menjaga negara kita tetap aman dan berfungsi,” katanya.

“Para pekerja utama kita di berbagai sektor dan para tentara yang melindungi perdamaian kita siang dan malam, kepada mereka, saya sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan ketidakegoisan mereka yang tak tergoyahkan,” kata Mbumba.

Di Mozambik, yang dilanda kekerasan setelah pemilu yang disengketakan, para pemimpin agama memohon agar perdamaian terwujud di negara tersebut.

Dalam pesan Natal mereka, para pemimpin tersebut menyesalkan meningkatnya kekerasan di negara tersebut dan menghalangi umat Kristen setempat merayakan liburan Natal dengan “cara yang normal.”

Sedikitnya 151 orang tewas di Mozambik dalam protes mematikan setelah pemenang diumumkan dalam pemilihan presiden yang disengketakan secara luas pada 9 Oktober.

Di Malawi, Presiden Lazarus Chakwera menyerukan kemenangan bagi persatuan di negara Afrika Selatan yang terpecah secara politik itu.

Sumber: Anadolu-OANA

Baca juga: Pemimpin Afrika desak negara Barat penuhi komitmen perubahan iklim

Baca juga: Presiden Afsel minta DK PBB beri kursi permanen untuk Afrika

Baca juga: Putin sebut Rusia pelajari usulan perdamaian dari pemimpin Afrika

Penerjemah: Katriana
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    ASDP Gelar Bakti Sosial & Salurkan Santunan bagi Anak Yatim

    Jakarta – Dalam rangka bulan suci Ramadan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar kegiatan bakti sosial dan menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim di Kantor Klepean Centre for Humanity kemarin. Bantuan…

    Andre Rosiade Siapkan Total 250 Bus Mudik Gratis 'Pulang Basamo 2026'

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menggelar mudik gratis ‘pulang basamo’ di 2026. Total ada 250 bus yang akan dikerahkan untuk mengantar belasan ribu pemudik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *