China akan bangun lebih dari 100 matriks data tepercaya per 2028

China akan bangun lebih dari 100 matriks data tepercaya per 2028

  • Minggu, 24 November 2024 13:02 WIB
China akan bangun lebih dari 100 matriks data tepercaya per 2028
China akan membangun lebih dari 100 matriks data tepercaya per 2028. (Xinhua)

Beijing (ANTARA) – China berencana membangun lebih dari 100 matriks data tepercaya pada tahun 2028, yang membentuk serangkaian solusi matriks data dan praktik terbaik.

Menurut Administrasi Data Nasional (NDA) China, Sabtu, target itu dimasukkan ke dalam rencana aksi yang baru diterbitkan untuk pengembangan matriks data tepercaya (2024-2028)

Rencana aksi tersebut mendefinisikan matriks data tepercaya sebagai infrastruktur sirkulasi dan pemanfaatan data yang didasarkan pada aturan konsensus yang menghubungkan para pemangku kepentingan dengan tujuan untuk mencapai pembagian serta penggunaan bersama data dan sumber daya.

Rencana ini menetapkan tiga tugas utama, yaitu pembangunan kapasitas, pengembangan dan promosi, serta tindakan penetapan fondasi matriks data tepercaya.

Untuk memperkuat fondasi pengembangan matriks data tepercaya secara komprehensif, berbagai upaya akan difokuskan pada aspek-aspek termasuk perumusan standar utama, penanganan teknologi inti, peningkatan layanan dasar, peningkatan manajemen regulasi, dan perluasan kerja sama internasional, demikian tertulis dalam rencana aksi tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Polisi mengatakan dua tersangka telah ditembak dan dibunuh dalam serangan senjata Israel

    Lewati tautanLewati ke Konten Hidup Menu navigasi berita Afrika Asia AS & Kanada Amerika Latin Eropa Asia Pasifik Timur Tengah Dijelaskan Pendapat Piala Dunia Video Fitur Ekonomi Olahraga Hak Asasi…

    Al Jazeera melaporkan dari Beirut setelah serangan Israel

    Umpan Berita Berbagai ledakan terjadi di pinggiran selatan Beirut ketika Israel melancarkan serangan baru, yang mengklaim menargetkan Hizbullah. Ali Hashem dari Al Jazeera mengatakan serangan itu terjadi setelah Israel menyiarkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *