InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik pada Jumat (5/5/20230 dan berpotensi menjadi kenaikan mingguan, didukung oleh adanya kenaikan harga minyak nabati lainnya.
Dilansir Reuters, patokan kontrak minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Juli 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 82 ringgit, atau terdapat kenaikan sekitar 2,39%, menjadi RM 3.507 (US$ 790,76) per ton selama awal perdagangan. Harga kontrak minyak sawit itu telah naik 5% dalam seminggu.
Merujuk survey yang dilakukan Reuters, stok minyak sawit Malaysia pada akhir April 2023 diperkirakan akan turun ke level terendah dalam 11 bulan terakhir, lantaran adanya peningkatan penggunaan ditingkat domestik.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 4 Mei 2023 Naik Rp 99/Kg
Sementara impor minyak sawit India pada April tercatat turun 30% dari Maret 2023, menjadi level terendah selama 14 bulan terakhir, dikatakan lima pedagang kepada Reuters, ini terjadi karena harga minyak sawit yang meninggi sehingga pembeli memilih beralih ke minyak bunga matahari dan minyak kedelai.
Kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 turun 0,11%, sementara kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 meningkat 1,72%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 naik 0,15%. (T2)
The post Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik, Didorong Melonjaknya Harga Minyak Nabati Lain appeared first on InfoSAWIT.





