Deklarasi Rio: BRICS serukan reformasi global demi dunia lebih adil

Deklarasi Rio: BRICS serukan reformasi global demi dunia lebih adil

  • Senin, 7 Juli 2025 02:31 WIB
  • waktu baca 2 menit
Deklarasi Rio: BRICS serukan reformasi global demi dunia lebih adil
Suasana gedung Museum Seni Modern Rio De Janeiro, Brasil, yang menjadi tempat penyelenggaraan KTT BRICS 2025, Minggu (6/7/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

Rio De Janeiro, Brasil (ANTARA) – Para pemimpin negara-negara BRICS secara resmi mengadopsi Deklarasi Rio dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu.

Di bawah kepemimpinan Brasil, deklarasi ini berisi komitmen kolektif BRICS terhadap penguatan multilateralisme dan reformasi tata kelola global guna menciptakan tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan demokratis.

Dalam dokumen setebal puluhan halaman itu, BRICS menyerukan pembaruan sistem internasional yang dianggap belum mampu mencerminkan realitas geopolitik abad ke-21.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk melakukan reformasi dan perbaikan tata kelola global dengan mendorong sistem internasional dan multilateral yang lebih adil, lebih setara, lebih efektif, lebih representatif, dan lebih demokratis,” demikian tertulis dalam kutipan pernyataan resmi.

Deklarasi juga menyoroti pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seraya mendesak reformasi menyeluruh terhadap lembaga tersebu, khususnya Dewan Keamanan, agar mampu menjawab tantangan global secara adil dan inklusif.

BRICS juga mendorong peningkatan representasi negara-negara berkembang, termasuk dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin, untuk memainkan peran lebih besar dalam urusan global.

Momentum penting dalam KTT ini adalah penyambutan resmi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS. Selain itu, BRICS juga mengakui sejumlah negara sebagai mitra, antara lain Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Nigeria, Malaysia, Thailand, Vietnam, Uganda, dan Uzbekistan.

Selain aspek geopolitik, deklarasi turut mencakup kerja sama di berbagai bidang strategis. BRICS mengadopsi tiga inisiatif utama, yaitu Deklarasi Kerangka Kerja Keuangan Iklim BRICS, Deklarasi Tata Kelola Global Kecerdasan Buatan, serta peluncuran Kemitraan BRICS untuk Pemberantasan Penyakit yang Ditentukan Secara Sosial.

“Inisiatif-inisiatif ini mencerminkan upaya bersama kita untuk mempromosikan solusi yang inklusif dan berkelanjutan atas berbagai masalah global yang mendesak,” tulis para pemimpin dalam dokumen tersebut.

Baca juga: Presiden Brasil sentil NATO soal perlombaan senjata di KTT BRICS

Baca juga: Presiden Brasil: BRICS warisi semangat non-blok Konferensi Bandung

Baca juga: Presiden Prabowo dapat sambutan khusus di pembukaan KTT BRICS Brasil

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu Sugiono Terima Laporan 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon

    Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menerima laporan ada tiga prajurit TNI terluka saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon. Penyebab ketiganya terluka saat ini masih diinvestigasi oleh United…

    Menlu Sugiono Ucapkan Duka Cita atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

    Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Sugiono mengatakan PBB sedang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *