Rektor UGM: Pengembangan SDM perlu jadi prioritas pemerintahan baru

Rektor UGM: Pengembangan SDM perlu jadi prioritas pemerintahan baru

  • Minggu, 27 Oktober 2024 21:04 WIB
Rektor UGM: Pengembangan SDM perlu jadi prioritas pemerintahan baru
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia (ANTARA/Luqman Hakim)

Yogyakarta (ANTARA) – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia mengatakan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu menjadi prioritas pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ova dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu, menuturkan perguruan tinggi memiliki peran yang cukup signifikan dalam mendorong peningkatan kualitas SDM.

“Universitas memiliki peran institusi pendidikan tinggi yang menjadi salah satu kunci bagi pengembangan kualitas SDM masa depan,” ujar dia.

Kualitas SDM, menurut Ova, sangat penting untuk mendukung program pembangunan ekonomi, peningkatan pertahanan, dan pemerintahan yang bersih dan transparan yang menjadi fokus kepemimpinan Prabowo dan Gibran.

Baca juga: Kepala PSP UGM: Astacita jadi makna simbolik bagi masyarakat

Dia menilai pemerintahan baru saat ini menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing.

Pasalnya, kata dia, masih terdapat kesenjangan keterampilan, akses pendidikan, distribusi tenaga kerja, dan adaptasi teknologi yang menjadi hambatan dan tantangan untuk segera diatasi.

“Kita tahu masih ada kesenjangan keterampilan, akses pendidikan, distribusi tenaga kerja, dan adaptasi teknologi masih menjadi tantangan negeri ini dalam mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing,” ujar dia.

Ova berharap kepemimpinan nasional periode ini mampu membawa kesejahteraan yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia.

Baca juga: Pengamat UGM: Pemerintahan Prabowo antisipasi dinamika Indo-Pasifik

“Selamat mengemban amanah untuk memimpin Bangsa Indonesia. Semoga kepemimpinan periode ini mampu membawa kesejahteraan yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia,” kata dia.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) Ari Dwipayana mengatakan revolusi teknologi yang sedang berlangsung menuntut semua orang untuk selalu waspada.

Menurut dia, banyak keterampilan yang dahulu dianggap penting kini menjadi tidak relevan karena kemajuan kecerdasan buatan.

Pasar kerja, kata Ari, saat ini sangat kompetitif, dengan sedikit peluang dan banyak pencari kerja.

Baca juga: Pakar UGM: Prabowo-Gibran perlu beri insentif bagi investor panas bumi

“Kita tidak boleh hanya terkejut namun kita juga harus bersiap dan bergerak cepat. Tanggung jawab kita adalah untuk mempersiapkan diri dan ekosistem untuk menghadapi revolusi industri agar tidak tenggelam oleh gelombang disrupsi,” kata dia.
 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Iran 'sistem pemeriksaan' untuk mengembangkan Selat Hormuz: Laporan

    Lloyd’s List melaporkan bahwa kapal dapat diizinkan melewati ‘koridor aman’ setelah disetujui oleh Korps Garda Revolusi Islam. Iran sedang melakukan sistem pemeriksaan dan registrasi baru untuk mengembangkan kapal-kapal yang transit…

    Jadwal Salat Idul Fitri 21 Maret 2026 di Masjid Istiqlal dan Balai Kota Jakarta

    Jakarta – Besok tanggal 21 Maret 2026, umat Islam akan memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Masjid Istiqlal dan Balai Kota Jakarta akan menggelar salat Id besok Sabtu (21/3).…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *