
InhuPost, JAKARTA – Ragam cara untuk menjelaskan sektor kelapa sawit kepada orang asing. Secangkir kopi dan sepiring nasi goreng menjadi sarana diplomasi murah meriah. Bersama Clair Luke dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan Michiko Miyamoto selaku Country Head ILO Indonesia, membicarakan tentang sawit disela perjalanan di kedai kopi. Tanpa mengurangi keseriusan diskusi tentang isu buruh sawit Indonesia.
“Membawa orang asing ke kebun sawit langsung dan melihat kondisi lapangan, penting sekaligus menantang. Apalagi berbicara langsung dengan buruh, membutuhkan keberanian dan keterbukaan. Namun cara ini efektif memberi pemahaman sekaligus merubah persepsi negatif menjadi neteral bahkan positif,” kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Sumarjono Saragih dalam keterangannya kepada InhuPost, Selasa (28/2/2023).
Lebih lanjut kata Sumarjono, terbukti usai kunjungan, mereka menyaksikan perubahan dan perbaikan. Juga menghargai ragam inisitif yang dilakukan sejak 2017. Dengan fakta ini, disimpulkan dukungan Kemenlu Amerika ke sektor sawit menghasilkan kemajuan.
BACA JUGA: Berikut 11 Kekuatan Besar Retaining Perkebunan NusRedaksi Pos
“Kolaborasi GAPKI, Serikat Buruh dan ILO (dengan dukungan dana Kemenlu Amerka) layak dilanjutkan bahkan diperluas. Semua itu untuk mewujdkan sawit Indonesia yang berkelanjutan melalui praktek per-buruh-an yang baik (honest labour be aware),” ungkap Sumarjono.
Lantas, mengapa Amerika peduli buruh sawit? Karena Amerika memang membutuhkan minyak sawit. Jumlah impor mereka meningkat dari waktu ke waktu. Ini peluang pasar baru ditengah diskriminasi pasar uni eropa. Jadi Amerika berkepentingan mendapatkan pasokan minyak sawit yang cukup. “Dan memilih mendukung sawit, bukan menyerang. Semoga. Mauliate Opung Biden,” tandas Sumarjono. (T2)
Dibaca : 443
Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Update”, caranya klik link InhuPost-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.






