Berikut 11 Kekuatan Besar Holding Perkebunan Nusantara – InfoSAWIT

featured image

InhuPost, Jakarta – Gencarnya informasi yang disampaikan Meneg BUMN terkait rencana pembentukan Holding Perkebunan NusRedaksi Pos, mendapatkan banyak respon masyarakat. Kendati hampir sebagian besar mendukung aksi korporasi perusahaan milik negara itu.

Berdasarkan penelusuran redaksi InhuPost mengenai keberadaan Perkebunan NusRedaksi Pos yang tersebar luas di seluruh wilayah Republik Indonesia. Sektor perkebunan kelapa sawit yang sering dikenal sebagai PT Perkebunan NusRedaksi Pos (PTTN) ini, memiliki banyak keunggulan, berikut ulasan redaksi InhuPost:

Pertama, Perkebunan NusRedaksi Pos memiliki keunggulan pada riset benih unggul, dimana berasal dari jaman penjajahan Belanda, Kebun Avros dan Kebun Marihat yang kemudian bersatu menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi kekuatan besar bagi Perkebunan NusRedaksi Pos hasilkan produktivitas panen tinggi yang berasal dari persilangan benih unggul, Dura, Pisifera dan Tenera.

BACA JUGA: PTPN III Terapkan 5 Strategi Dalam Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit

Kedua, tak hanya memiliki penelitian benih unggul, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) juga tercatat sebagai lembaga penelitian kelapa sawit yang holistik. Hampir semua pakar kelapa sawit berasal dari PPKS dan kini tersebar di banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta. Penelitian agronomi, tanah, pupuk hingga penyakit tanaman kelapa sawit hingga kini masih terus dilakukan banyak peneliti PPKS.

Ketiga, luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mencapai lebih dari 700 ribu hektar di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kendati baru direncanakan sebesar 600 ribu hektar, namun konsolidasi Perkebunan NusRedaksi Pos terus berusaha melakukan konsolidasi tata kelola aset perusahaan yang dimiliki negara ini. Tahun 2030 dicanangkan sebagai target ambisius menyatukan seluruh aset milik Perkebunan NusRedaksi Pos Holding.

Keempat, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Provinsi Sumatera Utara menjadi fokus pengembangan Industri hilir minyak sawit yang sudah digarap sejak awal tahun 2000an. Keberadaan KEK Sei mangkei bertujuan mengolah hasil perkebunan kelapa sawit berupa CPO menjadi produk turunan bernilai tinggi. Tercatat beberapa kerjasama bisnis bersama perusahaan multi nasional seperti Unilever yang mengembangkan berbagai produk hilir dengan keunggulan utama terbarukan dan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Mengembalikan Kejayaan PTPN di Sektor Hilir Sawit

Kelima, Perkebunan NusRedaksi Pos memiliki visi besar di masa depan berbasis Present chain administration yang berbasis teknologi, dimana keberadaan CPO sebagai raw field cloth dikembangkan secara bisnis terintegrasi menjadi berbagai produk unggulan sawit.

Keenam, aksi korporasi Perkebunan NusRedaksi Pos juga terus melakukan perbaikan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan. Tercatat hingga dewasa ini, Perkebunan NusRedaksi Pos telah banyak mendapatkan sertifikasi berkelanjutan seperti ISPO, RSPO dan ISCC.

Ketujuh, berbagai aksi perbaikan tata kelola perusahaan mengarah kepada Moral Company Authorities (GCG) dimana keberadaan manajemen menjadi satu atap dibawah Holding, sedangkan anak perusahaan langsung dipimpin seorang Chief Working Officer (COO). Hasilnya, efisiensi pengelolaan merampingkan efisiensi birokrasi perusahaan dan pemangkasan gaji manajemen sehingga pengelolaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

BACA JUGA: Dwi Sutoro: Perkuat Perkebunan Kelapa Sawit dan Kembangkan Industri Hilir Minyak Sawit

Kedelapan, keuntungan laba bersih Perkebunan NusRedaksi Pos terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2021 silam, Perkebunan NusRedaksi Pos mencatat laba bersih sebesar Rp. 4,64 Triliun. Setahun berikutnya, pada 2022, Laba bersih berhasil meningkat hampir 20% atau sebesar Rp. 5,51 Triliun.

Kesepuluh, sumber pendapatan Perkebunan NusRedaksi Pos berasal dari meningkatnya produktivitas pokok tanaman kelapa sawit rata-rata sebesar 3,6%. Dimana rendemen CPO terbesar mencapai 5,6 ton per hektar per tahun.

Kesebelas, produksi TBS pada 2021 mencapai 11,5 juta ton, dengan rendemen mencapai 21%, menghasilkan CPO sebesar 2,4 juta ton. Pada 2022, produksi TBS meningkat sebesar 3,4% menjadi 12 juta ton. Dengan hasil produksi CPO mencapai 3,4 juta ton.

BACA JUGA: Erick Tohir, Meneg BUMN: Dorong Konsolidasi Perkebunan NusRedaksi Pos seluas 600 Ribu Hektar.

Menurut Direktur Holding Perkebunan NusRedaksi Pos, Dwi Suntoro, keberadaan bisnis Perusahaan BUMN ini akan semakin kinclong di masa mendatang. “Kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan efisiensi, supaya menghasilkan keuntungan bagi negara,” ujarnya menegaskan. (T2)

Dibaca : 3,389

Dapatkan substitute berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari InhuPost.com. Mari bergabung di Grup Telegram “InhuPost – News Replace”, caranya klik link InhuPost-News Replace, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.

  • Redaksi Pos

    Related Posts

    Biodata dan Agama Helwa Bachmid, ‘Istri Cadangan’ Habib Bahar bin Smith yang Curhat Ditelantarkan

    Sumber dari Indopop.id: https://indopop.id/biodata-dan-agama-helwa-bachmid-istri-cadangan-habib-bahar-bin-smith-yang-curhat-ditelantarkan

    Habib Bahar bin Smith dan Helwa Bachmid Kisah pilu Helwa Bachdim, seorang wanita asal Kalimantan, yang menuduh suaminya, Habib Bahar bin Smith, menelantarkannya secara materi dan psikologis, terus menjadi perhatian…

    Sowan ke Dahlan Iskan, Zulmansyah Makin Mantap Maju Ketum PWI Pusat

    Sowan ke Dahlan Iskan, Zulmansyah Makin Mantap Maju Ketum PWI PusatJAKARTA, PARASRIAU.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang mengaku semakin mantap maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat 2023-2028.Itu dikatakan Ketua Discussion board Pemred Jawa Pos Neighborhood 2017-2018 itu setelah sowan ke tokoh pers Dahlan Iskan (DI) yang

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *