Ketua MPR minta pemerintah tetap sosialisasikan kendaraan listrik

Jakarta (ANTARA) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo meminta pemerintah tetap menyosialisasikan insentif kendaraan listrik kepada masyarakat.

“Pemerintah di tahun 2023 tetap menyosialisasikan tujuan dari kebijakan insentif kendaraan listrik kepada masyarakat,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sosialisasi itu, kata dia, untuk mendorong adopsi kendaraan listrik dalam rangka menarik investasi manufaktur industri kendaraan listrik di Indonesia. Sehingga kebijakan tersebut tetap dapat berjalan dan minimal mampu mendekati target yang ditetapkan di tahun 2023.

Hal itu disampaikan Bamsoet terkait kebijakan insentif kendaraan listrik sebesar Rp7 juta untuk pembelian motor listrik baru dan konversi, serta pemotongan pajak untuk pembelian mobil listrik sebesar 10 persen.

Dia meminta pemerintah mengevaluasi secara keseluruhan terkait kebijakan insentif kendaraan listrik sejak kebijakan tersebut mulai diberlakukan yakni pada 20 Maret 2023.

“Diketahui peminat kendaraan listrik masih minim, dari target 50.000 pengajuan konversi motor listrik, baru 200 pendaftar pada tahun 2023,” ungkapnya.

Bamsoet meminta pemerintah memperbaiki target dari kebijakan insentif kendaraan listrik, agar target dari kebijakan insentif kendaraan listrik bisa lebih difokuskan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, seperti bagi angkutan umum bus angkutan kota dan sebagainya, dan untuk sepeda motor dengan jenis-jenis yang ditetapkan.

Pewarta: Fauzi
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2023

  • Redaksi Pos

    Related Posts

    Ketua Komisi III DPR Apresiasi Polri Bongkar Kasus Penyelewengan BBM-LPG Subsidi

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi Bareskrim Polri yang telah mengungkapkan kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi yang merugikan negara. Habiburokhman memuji keberhasilan Polri…

    Ketua Banggar DPR Usul Penerima Subsidi LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

    Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan penerima subsidi LPG 3 kilogram (kg) menggunakan sidik jari atau retina mata. Ia menyebutkan, dengan ketentuan itu, penerima subsidi…