Populer: Pemecatan Dosen Atma Jaya hingga Tiyo Temukan Alat Pelacak

SEJUMLAH artikel nasional yang tayang pada Ahad, 14 Juni 2026, menarik minat pembaca. Redaksi Tempo menghimpun tiga artikel yang paling banyak dibaca hingga pagi ini.

Artikel terpopuler nasional Tempo yang dirangkum, antara lain dosen Universitas Atma Jaya yang justru dipecat setelah membongkar praktik jurnal predator, kronologi eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto temukan alat pelacak di mobilnya, dan rencana demo mahasiswa Universitas Bung Karno hari ini.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

1. Dosen Atma Jaya Dipecat Pasca-adukan Praktik Jurnal Predator

Universitas Atma Jaya Yogyakarta angkat bicara ihwal pemberhentian tidak dengan hormat seorang dosen perempuan yang bertugas di Fakultas Hukum universitas tersebut. Isu pemecatan dosen itu sempat viral di media sosial pekan lalu setelah adanya utas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.

LBH Yogyakarta menyebut dosen itu mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dosen itu mengaku dipecat setelah mengkritik dan melaporkan keberadaan publikasi dugaan jurnal predator yang melibatkan sejumlah akademisi kampus itu.

Jurnal predator merujuk penerbitan karya ilmiah dengan tujuan meraup keuntungan finansial dari biaya publikasi yang dibayarkan oleh penulis. Tidak ada proses seleksi karya ilmiah yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kuasa Hukum Atma Jaya sekaligus Kepala Pusat Bantuan dan Konsultasi Hukum (PBKH) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Hengky Widhi Antoro, membenarkan adanya keputusan pemberhentian terhadap dosen tersebut. Menurutnya, kebijakan itu diambil berdasarkan hukum yang berlaku dan peraturan internal yayasan.

Baca berita selengkapnya di sini

2. Kronologi Temuan Alat Pelacak di Mobil Eks Ketua BEM UGM

Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tiyo Ardianto menemukan alat pelacak PBX Finder di mobilnya setelah menggelar aksi di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Saat itu, Tiyo baru beres mengikuti demonstrasi Gejayan Memanggil bersama mahasiswa dan gerakan sipil di Yogyakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026. Hari itu ketua BEM UGM 2025 ini berkendara menggunakan mobil.

Tiyo mengatakan, sejak merasa kurang aman dalam bepergian, ia meminjam mobil saudaranya untuk berpergian. Namun, di tengah perjalanan seusai aksi, Tiyo menerima satu notifikasi yang tak biasa muncul pada gawainya.

“Alat pelacak bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” kata Tiyo setelah mengecek isi notifikasi tersebut.

Tiyo kemudian turun dari mobil untuk mencari keberadaan alat pelacak tersebut. Tak lama, satu unit PBX Finder ditemukan Tiyo di bawah rangka bodi mobil berwarna hitam tersebut.

Baca berita selengkapnya di sini 

3. BEM Universitas Bung Karno Gelar Aksi Hari Ini

Demonstrasi mahasiswa kembali digelar di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno atau BEM UBK. Mereka akan menggelar unjuk rasa dengan tema, “Tata Ulang Indonesia” pada pukul 10.00 WIB di Istana Negara, Jakarta.

BEM UBK akan mengusung enam tuntutan, antara lain mendesak pemerintah menghentikan sementara dan evaluasi program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih; meninjau kembali Undang-Undang Polri; setop militerisme dan tegakkan supremasi sipil.

Kemudian, BEM UBK juga mendesak pemerintah mengambil langkah strategis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional; menuntut pemerintah memberikan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia; dan terakhir meninjau kembali kenaikan harga bahan bakar minyak karena membebani masyarakat.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK M. Abdi Maludin bercerita, aksi Tata Ulang Indonesia merupakan hasil konsolidasi organisasi mahasiswa UBK pada Sabtu, 13 Juni 2026. Menurut Abdi, konsolidasi ini dilakukan setelah kajian internal BEM di UBK bahwa negara sedang terpuruk. Kondisi ini ditandai dengan berbagai tuntutan muncul mulai dari wacana Reformasi Jilid 2 hingga aksi menuntut MBG dihentikan.

“Jadi, kami dari BEM Universitas Bung Karno melakukan konsolidasi dengan adanya indikator bahwa negara hari ini harus bangkit terhadap keterpurukan yang hari ini berjalan,” kata Abdi kepada Tempo, Ahad, 14 Juni 2026.

Abdi memperkirakan sekitar 200 orang dari UBK akan turun ke jalan. Namun angka ini bisa lebih banyak dengan bergabungnya BEM Universitas Pamulang (Unpam) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengatakan bakal bergabung aksi hari ini.

Baca berita selengkapnya di sini 

Pribadi Wicaksono (Yogyakarta) dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini 

  • Related Posts

    Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno Didampingi Ratusan Kader PDIP

    INFO TEMPO – Megawati Soekarnoputri, Presiden RI Kelima yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada Ahad, 14 Juni 2026.…

    Kejagung Masih Kaji Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus MBG

    Jakarta – Kejaksaan Agung RI masih menelaah permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *