Jakarta –
MPR RI bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat provinsi di Halaman SMAN 5 Samarinda, Sabtu (7/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penanaman nilai kebangsaan, patriotisme, dan semangat persatuan di kalangan generasi muda.
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyebut kegiatan fisik semacam ini merupakan salah satu sarana pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
“Acara ini memang untuk membangun jiwa patriotisme kita, semangat kebersamaan, persatuan, dan toleransi. Di tengah perkembangan zaman sekarang yang didominasi teknologi dan gadget, kegiatan fisik seperti ini menjadi penting untuk melatih disiplin, kerja sama, dan kebersamaan,” kata Siti Fauziah, dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan pertama yang menjabat Sekretaris Jenderal MPR RI ini menjelaskan, pada 2025 kegiatan LKBB-PB baru dilaksanakan di tujuh provinsi. Kini jumlahnya berkembang menjadi 30 provinsi, dan ditargetkan menjangkau seluruh 38 provinsi pada 2027.
“Awalnya tahun 2025 hanya tujuh provinsi, sekarang sudah 30 provinsi. Harapannya pada tahun 2027 dapat dilaksanakan di seluruh 38 provinsi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para peserta bukan hanya membawa nama sekolah, melainkan nama Provinsi Kalimantan Timur jika melaju ke tingkat nasional di Jakarta.
“Sekolah yang nantinya berangkat ke Jakarta bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi membawa nama Provinsi Kalimantan Timur dan akan berjuang bersama peserta dari 29 provinsi lainnya. Kami berharap Kalimantan Timur bisa menjadi juara,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Menurutnya, dalam 15 hingga 20 tahun mendatang para pelajar saat ini akan menjadi pemimpin di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga sektor lainnya.
“Adik-adik adalah generasi penerus yang akan memimpin negara ini 15 sampai 20 tahun yang akan datang. Karena itu, nilai-nilai positif harus terus ditanamkan sejak sekarang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pihak sekolah, serta Persatuan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang turut menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga acara dapat berjalan lancar hingga akhir dan para peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasi kepada MPR RI dan PPI Kalimantan Timur atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun karakter generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada MPR RI dan Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan yang sangat positif dan edukatif ini,” ujarnya.
Menurut Rudy, Hari Konstitusi merupakan momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi merupakan pedoman besar dalam mengatur kehidupan berbangsa, menjamin hak-hak warga negara, serta menjadi landasan dalam mewujudkan cita-cita nasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa LKBB-PB memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi ketepatan gerakan dan formasi.
“Pada hakikatnya kegiatan ini merupakan sarana pembentukan karakter generasi muda yang mengajarkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental, serta semangat nasionalisme,” tegasnya.
Rudy berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda Kalimantan Timur yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kesadaran konstitusional yang kuat seiring dengan pembangunan daerah yang terus berkembang, termasuk sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di kesempatan yang sama, Ketua PPI Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Panitia, Indrawati menjelaskan bahwa kegiatan LKBB-PB bertujuan menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, kepemimpinan, serta meningkatkan pemahaman terhadap pentingnya konstitusi negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme generasi muda, sekaligus menjadi sarana pengembangan kreativitas dalam kegiatan baris berbaris dan tata upacara bendera,” ujarnya.
Indrawati mengatakan kegiatan LKBB-PB Provinsi Kalimantan Timur diikuti sebanyak 150 peserta yang tergabung dalam 10 tim dari berbagai sekolah di Kalimantan Timur, yaitu SMKN 17 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMKN 15 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK TI Labbaika Samarinda, SMAN 2 Samarinda, dan SMAN 1 Tenggarong.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MPR RI yang telah menginisiasi penyelenggaraan lomba serentak di berbagai provinsi di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada MPR RI yang telah menginisiasi pelaksanaan lomba kreasi baris berbaris dan pengibaran bendera di seluruh provinsi di Indonesia. Nantinya, tim terbaik akan mewakili Kalimantan Timur untuk bersaing di tingkat nasional di Jakarta,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan dewan juri dari unsur TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia. Para peserta yang berhasil meraih juara akan mewakili Provinsi Kalimantan Timur pada kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra Prov. Kaltim, Arief Murdianto, Kesbangpol Prov. Kaltim, Eko Susanto, Forkopimda Prov. Kaltim yang diwakili oleh Kasrem Prov. Kaltim, Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, Kabag SDM Polresta Samarinda, Kompol Jamhari, Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kaltim, Ir. Rahmad Ramadan, dan Kepala Sekolah SMAN 5 Samarinda, Ageng Tri Rahayu.
Hadir juga dari Sekretariat Jendral MPR RI, Kepala Biro Umum, Herry Putra, dan Kepala Sub Bagian Pengelolaan Angkutan, Anis Christofantina Rindhan.
(akn/ega)





