⁠Terungkap Penyebab Kemunculan 'Pulau Sampah' di Pesisir Laut Jakarta

Jakarta

Masalah kebersihan lagi-lagi menjadi tantangan lingkungan hidup di Jakarta setelah kemunculan ‘pulau sampah‘ di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Usut punya usut, tumpukan sampah sampai menyerupai pulai itu berasal dari hulu hingga terbawa ke pantai utara Jakarta.

Keberadaan ‘pulau sampah’ itu mencuat lagi ke publik setelah videonya viral di media sosial (medsos), Kamis (4/6). Hamparan sampah itu berada sekitar 600-700 meter dari darat.

Awal dugaan, sampah membentuk pulau itu terbawa arus sungai dan laut, lalu menumpuk dan menjulang dari permukaan pesisir laut sehingga menyerupai daratan. Petugas gabungan dikerahkan untuk membereskan ‘pulau sampah’ tersebut sampai dikeruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6).

8,8 Ton Sampah Diangkut Selama 4 Hari

Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, mengatakan penanganan dilakukan sejak 2 sampai 5 Juni 2026.

“Hasil penanganan sampah di endapan Muara Kali Adem. Hari ke-1 sebanyak 0,88 ton, hari ke-2 sebanyak 1,76 ton, hari ke-3 sebanyak 3,52 ton, dan hari ke-4 sebanyak 2,64 ton,” ujar Lukman saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6).

Ditotal, sebanyak 8,8 ton sampah telah terangkut selamat 4 hari korve. “Iya (total 8,8 ton),” ucapnya.

Penyebab ‘Pulau Sampah’ Muncul

Pemprov DKI Jakarta menyebut sebagian besar sampah itu merupakan kiriman dari wilayah hulu yang terbawa aliran sungai hingga ke laut. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan sampah kiriman dari hulu menjadi tantangan utama dalam upaya pembersihan kawasan Muara Angke.

“Tantangan terbesarnya yang pasti adalah sampah yang selalu hadir. Selalu datang dari arah hulu,” kata Afan saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6).

Menurutnya, sampah yang terbawa arus sungai berpotensi terus menumpuk di kawasan pesisir meski pembersihan telah dilakukan. Sebab itu, Pemprov DKI tak hanya melakukan pembersihan di Muara Angke, tetapi juga mencegah sampah bergerak dari wilayah hulu menuju laut.

“Tapi kita terus mengaktifkan rekan-rekan yang juga ada di hulu untuk melalui sekat ataupun saringan sampah itu untuk mencegah supaya sampah tadi tidak bergerak sampai ke pesisir,” ujarnya.

Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakut viral di medsos. Petugas gabungan membersihkan 'pulau sampah' tersebut. (dok DLH DKI)Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakut viral di medsos. Petugas gabungan membersihkan ‘pulau sampah’ tersebut. (dok. DLH DKI)

Pembersihan Hampir Rampung

Pihaknya telah melakukan pembersihan intensif di kawasan pesisir Muara Angke sejak Rabu (3/6). Kabar terakhir, progres pembersihan telah mencapai sekitar 85-90%.

“Jadi kami dari Pemprov DKI, dalam hal ini melalui Dinas Lingkungan Hidup mulai start kerja per Rabu kemarin. Dan sampai sekarang progresnya kira-kira sudah sekitar 85 persen sampai 90 persen. Dan kami pastikan bahwa per Sabtu sore, seluruh sampah yang ada di delta tersebut sudah akan hilang,” ucapnya.

Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas, dua ekskavator amfibi, dan tiga kapal pengangkut sampah untuk membersihkan kawasan tersebut. Setelah proses pembersihan selesai, Pemprov DKI akan melakukan pemantauan rutin untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah serupa.

Afan mengimbau masyarakat tak membuang sampah ke kali maupun embung. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah itu menjadi penyebab menumpuknya sampah.

“Kepada warga kami berharap agar tidak lagi membuang sampah ke badan air. Baik ke saluran, ke kali, waduk, situ ataupun embung. Bukan apa-apa, yang mengalami kerugian adalah kita sendiri,” tuturnya.

Afan menambahkan, selain mencemari lingkungan, sampah yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu banjir. “Selain lingkungan yang tercemar, ini juga berpotensi untuk menimbulkan adanya bencana banjir yang tentunya dampaknya akan dirasakan oleh kita semua. Jadi sekali lagi, imbauan kami dari Pemprov DKI setop buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

(rfs/aik)

  • Related Posts

    Pendaftaran Sekolah Maung Diwarnai Dugaan Pengurangan Skor Pendaftar

    PROSES pendaftaran Sekolah Manusia Unggul yang disingkat Maung diwarnai isu pengurangan skor siswa pendaftar. Sejumlah orangtua sempat mendatangi rumah kediaman Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang,…

    Warga Ramai Datangi CFD Rasuna Said yang Kembali Dibuka

    Jakarta – Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel), mulai kembali digelar hari ini. Warga tampak ramai memadati Jalan Rasuna…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *