Kapuspen TNI Merespons Penguntitan terhadap Islah Bahrawi

MARKAS Besar Tentara Nasional Indonesia menanggapi peristiwa penguntitan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, yang pelakunya diduga berasal dari militer. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas menyatakan instansinya bakal menindaklanjuti dugaan tersebut.

Dia mempersilakan korban yang menerima teror menyampaikan data terkait dengan identifikasi dugaan penguntitan oleh prajurit TNI. “Kalau emang ada datanya, silakan diinformasikan,” kata Nas dalam keterangannya pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, Islah menuturkan ia sadar telah dikuntit dan diteror orang tidak dikenal yang diduga prajurit TNI sejak dua pekan lalu. Dia berujar keluarga yang tinggal bersama di kediamannya turut diintai kelompok yang diduga berasal dari satuan militer.

Pegiat isu deradikalisasi, terorisme, dan moderasi beragama itu bercerita bahwa penguntitan diketahui setelah tetangganya mengabarkan banyak orang tidak dikenal memotret serta menanyakan aktivitasnya beserta keluarga. Islah pun mengumpulkan beberapa bukti, termasuk alat direction finder dan software yang digunakan penguntit. Bahkan Islah bersama warga berhasil mendapat gambar jelas salah satu penguntit dari rekaman kamera pengawas (CCTV).

Islah mengatakan ada beberapa bukti lain yang mengarah pada identitas penguntit dengan menggali dari jaringan di institusi. “Ada berbagai cara yang kami lakukan selama ini lewat jaringan dan perkawanan kami. Ada beberapa gambar yang sudah kami dapatkan. Enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI,” kata Islah di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. 

Penguntitan kepada Islah terjadi di sekitar rumahnya. Lebih dari dua pekan, orang tak dikenal kedapatan beraktivitas di rumah Islah. 

Islah mengatakan ada orang yang memotret rumahnya, anggota keluarganya, dan orang yang berkunjung ke kediamannya. Tokoh Nahdlatul Ulama ini juga merekam mobil berpelat nomor A-1299-NB yang membuntutinya dan kerap terparkir di sekitar rumahnya dengan radius 100 meter.

Islah Bahrawi menjadi salah satu aktivis yang dilaporkan ke polisi dengan dugaan penghasutan melengserkan Prabowo dalam diskusi Halal Bihalal Pengamat selepas Idul Fitri 2026. Islah, bersama Saiful Muzani dan Ubedilah Badrun, dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya oleh anggota Aliansi Masyarakat Jakarta Timur pada 8 April 2026. Islah menduga pelaporannya berkaitan dengan materi anti-remiliterisasi yang ia sampaikan.

“Saya menganggap yang berusaha memetakan saya, termasuk mengintimidasi, pasti dari pihak TNI. Saya akhirnya punya kesimpulan besar bahwa ini semua operasinya tentara,” ujarnya.

Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Tarif Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, Pemprov DKI Fokus Benahi Layanan

    Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga minat masyarakat tetap menggunakan layanan Transjabodetabek di tengah rencana penyesuaian tarif. Upaya dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan dan…

    Tim BELIDA Polsek Jayaloka Perbaiki Tanggul Jembatan demi Keselamatan Warga

    Jakarta – Tanggul Jembatan rusak akibat longsor di Jayaloka, Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) telah diperbaiki secara gotong-royong kepolisian dengan warga Desa Purwodadi. Kerja bakti tersebut dilakukan melalui kegiatan Bersih…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *